Jadi DPO Polres Ketapang, AP ditangkap Polisi di Singkawang

  • Bagikan
Ilustrasi (Internet).
banner 468x60

triggernetmedia.com – Misteri kematian A Chung Djin Haian pada 18 Juni 2018 tahun lalu di Dusun Sungai Durian Desa Kuala Tolak Kecamatan Matan Hilir Utara (MHU) Kabupaten Ketapang terungkap, Hal tersebut diketahui setelah pihak kepolisian berhasil menangkap Apin (40) diduga pelaku pembunuhan terhadap korban yang diketahui adalah mertuanya sendiri.

Kapolres Ketapang AKBP Yuri Nurhidayat, SIK, MH melalui Kasat Reskrim Polres Ketapang AKP Eko Mardianto, membenarkan bahwa diduga pelaku sudah berhasil diamankan saat berada di Singkawang.

“Dalam rangka Operasi Panah Kapuas 2019 Polisi berhasil melakukan penangkapan terhadap Apin. Pelaku merupakan Daftar Pencarian Orang (DPO) atas Tindak Pidana Pencurian dengan Kekerasan yang mengakibatkan meninggalnya seseorang”, jelasnya, Sabtu (14/9).

Baca juga  4 Kiat Olah Pasta Gandum Durum Jadi Lebih Legit ala Chef Martin Praja

AKP Eko Mardianto menjelaskan, kejadian berawal pada bulan Juni 2018 tahun lalu dimana Atan (Anak korban-Red) mendapat informasi dari Tetangga sebelah rumah orang tuanya bahwa orang tuanya telah meninggal dunia di rumahnya.

“︎Korban meninggal diduga karena dibunuh oleh pelaku pencurian saat akan mengambil barang – barang yang ada di dalam rumahnya. ︎Atas kejadian tersebut kemudian putrinya melaporkan kejadian tersebut ke Polres Ketapang”, kata AKP Eko Mardianto.

Setelah menerima Laporan tersebut Anggota melakukan Penyelidikan dan berkoordinasi dengan Unit Lidik Sat Reskrim Polres Singkawang.

“Pelaku dapat diamankan pada hari Kamis, 12 September kemarin, sekitar Pukul 15.40 WIB di Singkawang. ︎Selanjutnya Pelaku dan Barang Bukti dibawa ke Polres Ketapang untuk diproses Lanjut”, ujar Kasatreskrim AKP Eko Mardianto.

Baca juga  Cek Normalisasi Kanal di Muara Pawan, Kapolres Ketapang: Kita Ingin Pastikan Kesiapsiagaan Penanganan Karhutla

“Dengan tertangkapnya Apin, maka terkait kematian korban ada tiga orang pelakunya. Untuk dua pelaku yakni SU dan JA, keduajya sudah lebih dahulu ditangkap dan masih menjalani hukuman di lapas Ketapang,” kata Kasatreskrim.

Terkait kasus tersebut, Polisi mengamankan sejumlah barang bukti  berupa satu unit sepeda motor, dua buah unit hand phone, satu unit mesin genset, dua buah palu yang dipakai untuk mencongkel pintu, satu buah parang yang digunakan untuk membunuh korban, potongan kayu yang ada bercak darah, celana yang dikenakan korban dan satu buah jam tangan.

Jhon I Ariz

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *