triggernetmedia.com – Kabupaten Melawi terus berupaya menuju Kabupaten layak Anak (KLA). Bahkan, Pemkab Melawi kini telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) Bupati Melawi Nomor 463/64 tentang Pembentukan Gugus Tugas Kabupaten Melawi Layak Anak sejak tahun 2018.
“Gugus Tugas yang dimaksud terdiri dari, SKPD terkait, DPRD, TP PKK, Kemenag, Forum Anak Daerah, Wahana Visi Indonesia (WVI), KOMPAWI, kepolisian hingga Kejaksaan Negeri dengan tujuan membangun program dan kesepahaman sehingga Melawi bisa dinyatakan sebagai KLA,” kata Bahrum Sirait, Mantan Ketua Komunitas Peduli Anak Melawi (KOMPAWI), Kamis (5/9).
Bahrum Sirait meminta kepada Pemerintah Kabupaten Melawi untuk segera membuat Peraturan Daerah (Perda) tentang Kabupaten Layak Anak (KLA). Perda tersebut diperlukan sebagai payung hukum bagi para gugus tugas.
“Perda KLA ini sangat penting, apalagi bicara soal dukungan anggaran nantinya,” katanya.
Menurutnya, mewujudkan Kabupaten Layak Anak, membutuhkan keseriusan dan komitmen bersama dari semua pihak yang terlibat. Termasuk adanya dukungan anggaran dari pemerintah kabupaten.
Pria lulusan hukum ini menjelaskan bahwa Program KLA jangan dianggap sebelah mata. Program KLA, menuntut setiap daerah agar
mempunyai sistem pembangunan berbasis hak anak melalui pengintegrasian komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha.
“Yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam kebijakan, program dan kegiatan untuk menjamin pemenuhan hak dan perlindungan anak,” ujarnya.
“Jangan mimpi kita bisa KLA jika tidak ada Perda dan didukung anggaran yang cukup. Karena banyak indikator yang harus dicapai untuk menjadi KLA,” katanya lagi.
Sementara itu, Kabid Perlindungan pemberdayaan Perempuan dan perlindungan Anak, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana pemberdayaan perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Melawi, Olan Ningsah menuturkan, pihaknya menargetkan tahun depan pencapaian indikator KLA untuk Melawi bisa naik dari tahun ini yang sudah diangka 225.
“Dikalbar baru tiga kabupaten saja yang sudah KLA, yakni Kota Pontianak, Kubu Raya dan Sanggau. untuk Melawi terus kita dorong bersama untuk mewujudkannya,” jelasnya.
Ia menyebut, Hari Keluarga Nasional dan Hari Anak Nasional tahun ini diharapkan bisa menjadi momentum semua pihak, dalam meningkatkan upaya kesadaran dan peran masyarakat terhadap pentingnya keluarga kecil, bahagia dan sejahtera. Terlebih, Pemerintah menargetkan seluruh wilayah kabupaten dan provinsi di Indonesia sudah masuk kategori layak anak pada 2030.
“Serta upaya membangkitkan kesadaran dan tanggung jawab orang tua, dan masyarakat terhadap masa depan anak kita. Apalagi kita ingin mencapai KLA,” jelasnya.
Di Kabupaten Melawi, lanjutnya, dari 169 desa yang ada, baru satu desa saja yakni Desa Pelempai Jaya, Kecamatan Ella Hilir yang sudah siap menjadi desa menuju layak anak.
“Bahkan Desa tersebut sudah memiliki Perdes dalam mendukung program KLA,” sebutnya.
Beberapa terobosan desa Pelempai seperti membangun Paud Hi perpustakaan desa, pembangunan ramah anak, tempat bermain anak.
“Dana desanya memang sangat mendukung untuk perlindungan anak. Ini yang kita harapkan dan semoga bisa menjadi contoh bagi desa lainnya,” sebutnya.
Kabid Keluarga Berencana dan KR, BKKBN Kalbar, Hadirin, saat ditemui usai menjadi Narasumber Hari Anak Nasional di Kabupaten Melawi menegaskan sangat mendukung program Nasional terkait KLA, termasuk yang sedang dirintis di Kabupaten Melawi.
Ia menyebut, salah satu progrm program BKKBN Perwakilan Provinsi Kalbar fokus kedepannya adalah pada desa yang stunting dan daerah perbatasan yang susah di jangkau dan juga kampung KB.
“Pemerintah Melawi, kami lihat sangat mendukung sekali apa yang menjadi program BKKBN,” katanya.
BKKBN Provinsi Kalbar, sambungnya, saat ini juga melibatkan Bupati dan Walikota Sebagai Ayah Bunda GenRe (Generasi Berencana) untuk membantu menangani masalah remaja bersama.
“Untuk di Melawi, Bupati didaulat menjadi Ayah Genre dan Ketua Tim Penggerak PKK, Bunda Genre. Terobosan kegiatannya juga sudah banyak dilakukan,khususnya bagi para remaja,” ujarnya.
Dea I Ariz










