Karateka Kalbar ingin berprestasi harumkan Indonesia di ajang Internasional

  • Bagikan
banner 468x60

triggernrtmedia.com – Dea Destia Renata Sitorus (14) asal Kabupaten Bengkayang lolos ke Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat SMP. Dia berhasil menjuarai O2SN tingkat Kabupaten.

Dea bahkan menjuarai O2SN di tingkat provinsi tahun 2019. Atas prestasi terbaiknya itu, Dea berhak mewakili Kalbar di tingkat Nasional di ajang O2SN yang akan berlangsung pada bulan Agustus 2019 mendatang, di kota Semarang.

Bocah kelahiran tahun 2005 ini mengaku mulai tertarik dan terjun ke cabang olahraga bela diri, karate sejak duduk di bangku kelas IV SD. Saat itu, Dia termotivasi oleh video-video yang sering ia tonton melalui channel YouTube.

“Awalnya saya nonton di YouTube, kayaknya keren gitu. Lihat kakak-kakaknya keren, walaupun bonyok, tapi keren,” ujar Dea menceritakan pengalamannya beberapa tahun silam.

Sswi yang kini duduk di bangku kelas IX SMPN 1 Bengkayang ini mengaku nekat belajar karate, dan ikutan latihan. Baik yang diadakan di sekolah maupun di luar sekolah. Saat itu dia benar-benar ingin seperti mereka-mereka yang ada di dalam video YouTube yang ditontonnya itu.

Singkat cerita, Dea menurutkan, kemudian memilih ekstrakurikuler karate di sekolahnya. Saat itu baginya, karate adalah olahraga yang sangat menantang. Dia beralasan sederhana, yakni menyukai tantangan. Meski sering jatuh bangun. Ternyata sosok remaja yang satu ini memiliki moto tak kenal menyerah dan terus bersemangat.

“Semua orang pasti bisa, jangan ragu. Kita juga bisa seperti orang lain, semua orang memiliki kelebihan nya masing-masing dan termasuk talenta,” ujar Dea sosok anak tunggal yang tergolong mandiri ini, Senin (22/7).

Baca juga  Cara KPK Seleksi Pegawai Lewat TWK Dinilai Mirip Cara Orba Singkirkan PKI

Tak ingin berangan-angan. Dea cuma berharap jika tampil di tingkat nasional nanti, ia dapat membawa nama daerah dan Indonesia ke kancah Internasional.

“Harapan saya kedepan kalau sudah lolos seleksi nasional bisa membawa nama Indonesia dan mengharumkan Indonesia ke tingkat internasional. Paling berharap itulah,” ujar Dea dengan lugas.

“Namun semua itu tidaklah mudah. Perlu kerja keras, latihan terus dan terus berlatih. Itulah yang akan dilakukan jelang olimpiade yang tidak lama lagi. Hampir tidak ada waktu untuk beristirahat,” ujarnya lagi.

Dea mengaku sejauh ini sudah berlatih maksimal. Bahkan dia kini hanya bisa beristirahat sehari dalam seminggu. Meski capek, dia optimis dengan apa yang saat ini diniatkan dalam benak. Karena itu dia tetap gigih berlatih di sekolah maupun dirumah.

Dukungan penuh dari kedua orangtuanya menjadi motivasi tersendiri bagi Dea. Meski awalnya, memang sang ibu sempat meragukan niat anaknya itu.

“Menurut ibu waktu itu meragukan apa yang saya pilih tidak akan lama alias suka-suka. Namun, berjalannya waktu karena Dea juga menunjukan keseriusan dalam menekuni karate, justru kedua orangtua akhirnys memberikan dukungan penuh,” tuturnya.

Tak hanya mendapatkan dukungan dari kedua orangtuanya, Dea kini justru mendapat dukungan dari pihak sekolah yang telah wadahi dan mengembangkan bakat atlit beladiri ya di sekolah. Dukungan tersebut, semakin memicu dirinya untuk lebih semangat dan optimis.

Dari bincang-bincang triggernetmedia.com bersama Dea, diam-diam si Dea ternyata sudah berhasil mengumpulkan enam Piala, dan lima medali. Diantaranya tiga emas dan dua perak.

Baca juga  Manchester City Vs Real Madrid, Guardiola: Sulit Membaca Taktik Zidane

Piala dan medali yang dia dapat ternyata dari hasil mengikuti pertandingan bergengsi diberbagai ajang kejuaraan karate, dan itu dalam event yang berbeda-beda pula guys.
Meski tak semua mendapat juara satu, semua dia syukuri sebagai bentuk dari kerja keras dia selama ini.

Sebelumnya Des juga pernah mengikuti Pekan olahraga Pelajar Daerah (Popda) mewakili kabupaten Bengkayang di Pontianak. Saat itu dia meraih juara dua.

“kalah lawan anak SMA, karena itu tidak melihat umur tapi lihat dari berat badan,” kata Dea.

Menurut Dea belum lama ini dia juga berhasil mersih juara satu di kelas KATA, dan juara satu di kelas KUMITE atau tarung pada kejuaraan Bupati Cup 2. Dia juga juara satu di Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Februari 2019 lalu dikelas KATA, dan Juara 2 dikelas KUMITE atau Tarung. Dan pada ajang kejuaraan POPDA Juni 2019 kemarin Juara 2.

“Ya begitu, harus banyak usaha, tidak boleh menyerah dan cepat puas. Harus berlatih terus,” ucap Dea.

Sebagai siswi yang berprestasi khusus di bidang olahraga karate tingkat SMP, Dea kini di daulat untuk mewakili provinsi Kalbar di ajang O2SN tingkat nasional. Hal itu tentu menjadi beban baginya. Bagaimana tidak, dia itu kan harus membawa nama Kalbar di kancah nasional.

” Walaupun agak sedikit takut tapi harus dilawan semuanya. Target masuk final nasional, minimal tidak main hanya sekali,” ucap Dea.

Pewarta : Nar
Editor : Ariz

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *