banner 468x60 banner 468x60

Asa dan ironi warga dusun Sentalang mengenyam pendidikan dikampung luar

Trigger Netmedia - 27 Januari 2019
Asa dan ironi warga dusun Sentalang mengenyam pendidikan dikampung luar
 - ()

BENGKAYANG (triggernetmedia.com) – Demi pendidikan dan cita-cita 24 pelajar di Kabupaten Bengkayang ini terpaksa menempati delapan buah pondok tidak layak huni di Dusun Sempayuk, Desa Belimbing, Kecamatan Lumar, Kabupaten Bengkayang.

Siswa siswi tersebut berasal dari dusun Sentalang, Desa Setia Budi, Kecamatan Bengkayang, Kabupaten Bengkayang, meliputi jenjang pendidikan SD, SMP dan SMA.

Delapan buah pondok yang didirikan berderet tersebut menampung sebanyak 24 anak-anak usia sekolah itu. Dengan kamar berukuran 1,5 x 2 meter, yang idialny cukup menampung dua orang anak.

Di dalam kamar-kamar itulah letak dapur ditempatkan, ada kayu bakar, rak piring yang terbuat dari papan, dan kamar tidur, serta tempat menggantungkan pakaian, menyimpan tas, dan buku.

Jika diamati, pondok yang menampung 24 pelajar asal Kabupaten Bengkayang itu hanya terbuat dari bambu, berdindingkan papan, dan beratapkan daun sagu. Sedangkan lantainya beralaskan tanah. Ironis memang, apalagi saat ini kondisinya sudah ada beberapa pondasi yang nyaris roboh.

Menurut warga setempat, keberadaan pondok yang menampung para pelajar itu sebenarnya sudah berdiri sejak belasan tahun lalu.

Pondok itu diperkirakan bersiri diatas lahan seluas 35 meter hingga 40 meter persegi. Dipondok itu, cuma ada satu lampu penerangan saja, yang dialori dari aliran listrik tetangga. Penerang listrik tersebut hanya difungsikan saat belajar pada malam hari.

Pondok yang menampung 24 pelajar asal Kabupaten Bengkayang itu sebenarnya cukup strategis. Apalagi letaknya tidak jauh dari jalan raya nasional yang menghubungkan Kecamatan Bengkayang dan Kecamatan Jagoi Babang.

Namun, meskipun berada dipinggir jalan raya, pondok pelajar itu sepertinya belum dijamah para pemangku kebijakan daerah Kabupaten Bengkayang.

Kepala Dusun Sempayuk, Desa Belimbing Kecamatan Lumar, Iyun (42 ), menjelaskan, delapan pondok tersebut kini ditempati anak-anak dari Desa Sentalang. Mereka menempati pondok itu karena ingin sekolah.

“Sebab di desa mereka memang tidak ada lembaga pendidikan formal,” ungkap kadus Sempayuk, Itu, Minggu (27).

Anak anak sekolah yang berasal dari kampung Sentalang, beber Iyun, mereka terpaksa mengungsi ke kampung Sempayuk.

“Apabila ingin sekolah, mereka warga Sentalang memang ke Sempayuk ini. Untuk ke sekolah jarak tempuh selama dua jam perjalanan, dan biadanya melewati pemukiman. Hutan serta sungai,” cerita Iyun.

Ironis memang kondisinya. Iyun pun berharap ada perhatian serius dari pemerintah. Menurutnya dengan solusi membuat asrama ataupun jika kelak akses jalan dibuka dari Sempayuk menuju Sentalang, y setidaknya tentang waktu dan akses jalan tidak terlampau jauh, yang diperkirakan hanya 12 kilometer saja.

“Jika akses jalan dibuka, tentunya anak-anak kampung tetangga yang memiliki semangat yang tinggi dalam mengrnyam pendidikan itu tidak lagi tinggal di pondok. Selama ini kendalanya memang jalan, sehingga saat kesekolah tidak bisa ditempuh dengan cepat, karena harus melewati perkebunan dan jaraknya yang memang sangat jauh dari,” jelas Iyun.

Tidak hanya ke-24 anak-anak yang ingin meanjutkan sekolah mereka. Orangtua mereka bahkan juga ikut tinggal di pondok yang tidak layak huni itu.

Sementara, Franhina Lia (13), siswa kelas VI SDN 02 Sempayuk mengatakan ia bersama kakak kandungnya sudah menempati pondok tak layak huni itu sejak enam tahun lalu.

“Saya bersama dengan kakak dan saudara lainnya juga sudah tinggal disini selama 6 tahunan. Sejak kelas satu SD hingga sekarang, inilah” sebutnya.

Franhina Lia melanjutkan, selama di pondok itu, ia biasanya berbekal makanan, dan kebutuhan di asrama (Pondok) yang memang dibawakan oleh orangtuanya.

Namun, diakuinya terkadang ia juga harus pulang kampung untuk mengambil beras, sayuran serta keperluan lainnya.

Meski tergolong kurang mampu, para pelajar itu mengaku hingga kini belum pernah mendapatkan bantuan beasiswa dari pemerintah.

Padahal, diantara pelajar-pelajar itu, ada pula yang orangtuanya mendapatkan program Program Keluarga Harapan (PKH).

Pewarta : Doe
Editor : Dhesta

Tinggalkan Komentar

Terkini

Pemkot Pontianak Siapkan Strategi Pemulihan Ekonomi

Pemkot Pontianak Siapkan Strategi Pemulihan Ekonomi

Ekonomi   Headline   Kesehatan   Kilas Kalbar   News   Pelayanan Puplik   Pontianak   Sorotan   Sospolhukam
10 Link Pengumuman Seleksi Administrasi CPNS 2021: Kemenkumham sampai Kemdikbud

10 Link Pengumuman Seleksi Administrasi CPNS 2021: Kemenkumham sampai Kemdikbud

ASN   Headline   IT   Nasional   News   Pelayanan Puplik
KPK Cecar Dedi Mulyadi Soal Aliran Uang Korupsi Banprov Indramayu Ke Sejumlah Pihak

KPK Cecar Dedi Mulyadi Soal Aliran Uang Korupsi Banprov Indramayu Ke Sejumlah Pihak

Headline   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Dilaporkan Karena Dugaan Makar, Ini Penjelasan Direktur LBH Bali

Dilaporkan Karena Dugaan Makar, Ini Penjelasan Direktur LBH Bali

Headline   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Megawati Cerita Pernah Ingatkan Jokowi Agar Pegang Komando Saat Bencana

Megawati Cerita Pernah Ingatkan Jokowi Agar Pegang Komando Saat Bencana

Headline   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Kebakaran Hutan, Ratusan Warga Athena Ngungsi Hindari Asap dan Api

Kebakaran Hutan, Ratusan Warga Athena Ngungsi Hindari Asap dan Api

Headline   Internasional   lingkungan   Maritim   News   Sorotan   Sospolhukam
Banyak Usia Muda Tularkan Covid-19 di Australia, Tapi Sulit Ikut Vaksinasi

Banyak Usia Muda Tularkan Covid-19 di Australia, Tapi Sulit Ikut Vaksinasi

Headline   Health   Internasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Kisah Warga Afghanistan yang Dulu Bantu Pasukan Khusus AS dan Kini Terlunta

Kisah Warga Afghanistan yang Dulu Bantu Pasukan Khusus AS dan Kini Terlunta

Headline   Internasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Tom Daley, Atlet yang Hobi Merajut Beri Hasil Karyanya pada Atlet Malaysia

Tom Daley, Atlet yang Hobi Merajut Beri Hasil Karyanya pada Atlet Malaysia

Headline   Internasional   Kabar Arena   News   Sport
Atlet Australia Rusak Fasilitas Olimpiade Sebelum Tinggalkan Jepang, Panitia Kesal

Atlet Australia Rusak Fasilitas Olimpiade Sebelum Tinggalkan Jepang, Panitia Kesal

Headline   Internasional   Kabar Arena   News   Sorotan   Sport

SITE LOCATION REKLAME

Streaming triggernetmedia.com