banner 468x60 banner 468x60

Sidang Lanjutan Kasus Ujaran Kebencian Terdakwa Isa Anshari

Trigger Netmedia - 11 Desember 2018
Sidang Lanjutan Kasus Ujaran Kebencian Terdakwa Isa Anshari
 - ()

KETAPANG (triggernetmedia.com) – Sidang lanjutan kasus ujaran kebencian terdakwa Ketua Front Perjuangan Rakyat Ketapang (FPRK), Isa Anshari, hari ini, Selasa (11/12) dengan agenda penyampaian eksepsi atau nota keberatan terhadap dakwaan yang disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Sidang tersebut dimulai pukul 09.17 WIB, yang dihadiri oleh 9 orang warga Ketapang. Menariknya, sidang kasus ujaran kebencian itu jadi atensi aparat Kepolisian.

Warga Ketapang yang hendak menyaksikan langsung jalannya persidangan itu bahkan harus melalui jalan masuk disamping PN Ketapang. Mereka juga diperiksa lebih dahulu oleh aparat kepolisian yang ditugaskan melakukan pengamanan.

Penasehat Hukum terdakwa, Syarif Kurniawan mengungkapkan, bahwa eksepsi yang disampaikan pihaknya dilakukan dengan penuh pertimbangan.

“Bahwa ada hal-hal prinsip yang perlu disampaikan berkaitan dengan klien kami, dan demi tegaknya hukum, kebenaran dan keadilan yang kita perjuangkan di PN Ketapang ini, dan ini menjadi hak asasi tiap manusia,” kata Syarif Kurniawan.

Syarif Kurniawan menegaskan, eksepsi yang disampaikan tidak untuk mengurangi rasa hormat kepada JPU, yang sedang melaksanakan fungsi dan tugasnya.

“Eksepsi ini juga bukan untuk memperlambat jalannya proses peradilan. Namun, eksepsi ini bertujuan sebagai penyeimbang dari surat dakwaan yang disusun dan dibacakan oleh jaksa penuntut umum dalam sidang Rabu (5/12) lalu,” jelasnya.

Baca juga  Sri Mulyani Sebut Tekor APBN Masih Lebih Baik

Syarif Kurniawan menilai dalam hal penyusunan surat dakwaan oleh JPU terdapat kejanggalan dan ketidakjelasan yang menyebabkan pihaknya mengajukan keberatan. Sebab, surat dakwaan dinilai kabur (Obscuur Libel)

“Uraian perbuatan dalam rumusan surat dakwaan dinilai tidak cermat padahal pada pasal 143 ayat (2) KUHAP disampaikan kalau surat dakwaan harus disusun secara cermat, jelas dan lengkap tentang tindak pidana yang didakwakan,” ujarnya.

Sedangkan di dalam surat dakwaan, lanjut Syarif, pihaknya juga menilai kalau dakwaan tidak cermat, lantaran tidak mengutarakan unsur-unsur perbuatan pidana. Apalagi dalam surat dakwaan tidak menyebutkan secara rinci dan tidak menjelaskan kerugian yang diderita mantan Gubernur Kalbar, Cornelis sebagai saksi pelapor.

“Hal-hal ini yang menjadikan kami sanksi atas surat dakwaan dan menilai surat dakwaan tidak cermat dan teliti. Kami berharap atas apa yang telah disampaikan dalam persidangan majelis hakim dapat mengabulkan eksepsi kami, menyampaikan surat dakwaan batal demi hukum, membebaskan terdakwa dari segala dakwaan yang ada,” harapnya.

Selain itu, pihaknya, kata Syarif Kurniawan, juga menyampaikan mengenai pengalihan penahanan kepada Pengadilan Negeri (PN) Ketapang terhadap terdakwa. Kuasa hukum Isa Anshari itu menilai, selama ini terdakwa selalu kooperatif selama proses hukum berlangsung serta terdakwa merupakan kepala keluarga serta tulang punggung dalam keluarga dengan meninggalkan seorang istri dan anak-anak yang masih kecil, dan serta pihaknya memastikan kalau kliennya tidak akan melarikan diri, menghilangkan barang bukti serta tidak akan mengulangi tindak pidana.

Baca juga  Bulan Terakhir Harbolnas 2020, Tingkat Belanja Masyarakat Naik 20 Persen

“Terdakwa memiliki hak yang diatur dalam undang-undang untuk mengajukan pengalihan penahanan, harapan kami pengadilan bisa mempertimbangkan alasan yang kami sampaikan untuk pengalihan penahanan tersebut dan merestui pengalihan tahanan terdakwa apakah nantinya tahanan kota atau rumah kami serahkan keputusan kepada PN Ketapang,” ujarnya.

Sementara, Ketua Pengadilan Negeri (PN) Ketapang, Iwan Wardhana yang menjadi Hakim Ketua dalam persidangan menyatakan bahwa agenda persidangan kedua merupakan sidang lanjutan mendengarkan nota keberatan atau eksepsi yang dilakukan terdakwa melalui penasehat hukumnya.

“Sidang hari ini pembacaan eksepsi penasehat hukum terdakwa atas surat dakwaan yang sebelumnya dibacakan oleh jaksa penuntut umum,” katanya.

Selain pembacaan eksepsi, kata Iwan Wardhana, penasehat hukum terdakwa juga menyampaikan jaminan pengalihan penahanan terhadap terdakwa kepada PN Ketapang.

“Usai eksepsi sidang kita tutup dan dilanjutkan dengan agenda tanggapan JPU mengenai eksepsi yang disampaikan penasehat hukum itu,” jelasnya.

Pewarta : Jhon
Editor : Arizbroadcaster

banner 468x60

Tinggalkan Komentar

Terkini

Bukber dengan Menteri Sandiaga Uno, Wali Kota Pontianak Beberkan Sejumlah Potensi Wisata

Bukber dengan Menteri Sandiaga Uno, Wali Kota Pontianak Beberkan Sejumlah Potensi Wisata

Headline   Kilas Kalbar   Nasional   News   Pesona Nusantara
Satgas Covid-19 Sebut Kasus Virus Corona Naik Hingga 14 Persen

Satgas Covid-19 Sebut Kasus Virus Corona Naik Hingga 14 Persen

Headline   Kesehatan   Nasional   News   Sorotan
Kepala BNPB Minta Ceramah Ramadhan Sisipkan Materi Covid-19

Kepala BNPB Minta Ceramah Ramadhan Sisipkan Materi Covid-19

Headline   Kesehatan   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Mendagri Minta SDM Asal Papua Tak Melulu Diarahkan Jadi Pegawai Negeri

Mendagri Minta SDM Asal Papua Tak Melulu Diarahkan Jadi Pegawai Negeri

ASN   Headline   Nasional   News   Pelayanan Puplik   Sorotan   Sospolhukam
Kurangi Emisi, Pemerintah Targetkan Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan 2035

Kurangi Emisi, Pemerintah Targetkan Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan 2035

Energi   Headline   Nasional   News   Technology
Menristek Sebut Lima Prioritas Riset Nasional Energi Baru dan Terbarukan

Menristek Sebut Lima Prioritas Riset Nasional Energi Baru dan Terbarukan

Energi   Headline   Nasional   News   Sorotan   Technology
Harga Mati UEFA: Main di ESL, Pemain Tak Boleh Tampil di Piala Dunia 2022

Harga Mati UEFA: Main di ESL, Pemain Tak Boleh Tampil di Piala Dunia 2022

Headline   Internasional   News   Sepak Bola   Sorotan   Sport   Superliga
Ikuti Jejak Yamaha dan Honda, Suzuki Perpanjang Kontrak di MotoGP

Ikuti Jejak Yamaha dan Honda, Suzuki Perpanjang Kontrak di MotoGP

Headline   Internasional   Kabar Arena   News   Otomotif   Sport
Lima Wanita Dibunuh dalam Seminggu, PM Swedia Ingatkan Femicide Meningkat

Lima Wanita Dibunuh dalam Seminggu, PM Swedia Ingatkan Femicide Meningkat

Headline   Internasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Terungkap, Rahasia Air Zamzam Tak Pernah Habis Meski Berusia 4000 Tahun

Terungkap, Rahasia Air Zamzam Tak Pernah Habis Meski Berusia 4000 Tahun

Headline   Internasional   Maritim   News   Serba-serbi   Sorotan

SITE LOCATION REKLAME

Streaming triggernetmedia.com

Close Ads X