Warga Ketapang minta spekulan gas subsidi ditindak

  • Bagikan
banner 468x60

KETAPANG (triggernetmedia.com) – Warga Ketapang diKelurahan Tengah Kecamatan Delta Pawan kesulitan mendapatkan elpiji (LPG) 3 kg. Mereka meminta pihak kepolisian merazia pangkalan-pangkalan nakal yang ada di kota Ketapang.

“Kadang-kadang satu minggu masuk 100 tabung, tapi dalam sehari itu sudah habis. Apalagi sekarang ini pasokan yang saya terima sudah berkurang, terlalu sedikit, hanya antara 20 sampai 50 tabung saja. Sedangkan yang dibutuhkan paling sedikit 100 tabung sekali pemasokan,” ungkap Lasmi, di Desa Payakumbuh Kunang, Kamis (18/10).

Baca juga  Pemkot Pontianak Akan Kaji Aspirasi Kenaikan Insentif RT/RW

Lasmi mengaku pasokan yang diterimanya dari agen sedikit. Sedangkan permintaan cukup banyak. Dirinya pun mengaku menaikkan harga hingga Rp25ribu pertabung. Padahal, Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp17ribu.

“Harganya bukan naik, tetapi karena tidak ada pasokan terpaksa dinaikkan. Naiknya dari toko, bukan dari Pertamina. Kalau dari Pertamina, harga jual kami Rp17 ribu. Sekarang kami jual di sini Rp25 ribu per tabung. Tapi, kalau lancar pemasukan tabung gas, tak bermasalah. Bagaimanalah, masuk pun kadang 20 tabung, kadang 25 tabung,” ujarnya.

Baca juga  Kabar Baik, Indonesia Bakal Terima 3 Juta Dosis Vaksin Covid-19 dari Belanda

Kelangkaan gas melon menurut sejumlah warga di Ketapang sudah berlangsung dalam beberapa pekan. Warga mengaku terpaksa membeli gas subsidi 3 kilogram yang dijual pengecer hingga Rp25ribu. Mereka berharap pemerintah daerah dan aparat melakukan razia, dan meminta menindak tegas spekulan nakal yang menyebabkan kelangkaan dan harga gas subsidi menjadi mahal.

Pewarta : Jhon
Editor : Dhesta

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *