triggernetmedia.com – Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Sutarmidji, menggelar acara doa bersama yang dihadiri oleh beberapa Pondok Pesantren (Ponpes) dan Panti Asuhan di Pontianak, Minggu (3/9). Kegiatan ini juga dihadiri oleh Direktur Utama Bank Kalbar, Rokidi, serta beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) beserta jajaran, yang berlangsung di Pendopo Gubernur Kalbar.
Sutarmidji menyampaikan rasa terima kasih kepada semua hadirin yang telah ikut serta dalam kegiatan ini. Ia juga meminta maaf jika selama masa jabatannya sebagai Gubernur ada kesalahan kata atau tindakan yang dilakukan.
“Atas nama pribadi dan keluarga, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua yang telah hadir malam ini untuk mengikuti doa bersama. Saya juga ingin meminta maaf jika ada kesalahan kata atau tindakan yang saya lakukan selama saya menjabat,” ujar Gubernur Sutarmidji.
Mantan Walikota Pontianak ini juga mengungkapkan bahwa dirinya adalah sosok yang berbicara apa adanya dan berusaha selalu berbicara sesuai dengan kenyataan yang ada.
“Saya ingin menyampaikan segala sesuatu dengan transparan agar tidak ada fitnah terhadap penyelenggaraan pemerintahan selama saya memimpin, dan untuk meluruskan hal-hal yang tidak benar,” ungkapnya.
Gubernur yang akrab disapa Bang Midji ini juga menyoroti belum tercapainya target dalam mewujudkan pelaksanaan wisuda 5.000 penghafal Al-Qur’an dari total 7.000 lebih penghafal Al-Qur’an yang terdata di provinsi Kalimantan Barat.
Ia berharap program ini terus berlanjut demi mencetak Hafiz dan Hafizah di Kalbar sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan dari Pemerintah Provinsi Kalbar.
Tujuannya adalah untuk memberikan motivasi dan membangkitkan minat membaca serta menghafal Al-Qur’an bagi generasi muda dan anak-anak guna membentuk insan muslim yang berkarakter sebagai generasi qurani.
Sutarmidji juga mengajak Pemerintah Kabupaten dan Kota untuk berperan aktif dalam memantau para penghafal Al-Qur’an dalam proses pembelajaran mereka.
Selain menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, Pemerintah juga harus menciptakan SDM yang beriman dan bertakwa, sehingga semua aspek dapat berjalan secara harmonis.
“Dari lebih dari 7.000 yang sedang dalam proses menghafal Al-Qur’an 30 Juz, saya berharap dapat mewisuda 5.000 penghafal Al-Qur’an. Sayangnya, target ini belum tercapai selama masa kepemimpinan saya. Namun, Insya Allah, kita akan segera mencapainya, meskipun ini merupakan tantangan berat yang harus kita wujudkan,” tutupnya.



