triggernetmedia.com – Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, menekankan betapa pentingnya menjaga integritas serta memanfaatkan data untuk mencegah praktik korupsi.
Pesan ini disampaikan saat menghadiri acara Sosialisasi Anti Korupsi bagi Generasi Muda, yang juga dijadikan momentum Pengukuhan Komunitas Penyuluh Anti Korupsi Khatulistiwa Kalbar (TANJAK), yang diselenggarakan di Aula Garuda Kantor Gubernur Kalimantan Barat pada Kamis (24/8).
Dalam acara tersebut, Gubernur memberikan apresiasi kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas berbagai inisiatifnya dalam memerangi korupsi di Indonesia.
“Oleh karena itu, dengan hadirnya perguruan tinggi dan para pelajar, sangat penting untuk tetap menjaga integritas guna kemajuan dan daya saing negara di masa depan,” ujar Sutarmidji.
Lebih lanjut, beliau berbagi bahwa sejak memegang jabatan di pemerintahan provinsi Kalimantan Barat, fokus utamanya adalah meningkatkan tata kelola pemerintahan dalam berbagai aspek. Upaya ini bertujuan untuk mencapai tonggak-tonggak pembangunan yang signifikan.
“Saya selalu memberikan contoh hasil Pendapatan Asli Daerah (PAD) kepada semua pihak. Hal ini perlu dijaga dengan seksama untuk mencegah celah negosiasi terkait Pendapatan Asli Daerah. Ketika saya baru mulai, Pendapatan Asli Daerah hanya sekitar Rp 1,7 Triliun, dan kami sekaligus memperbaiki data. Saya yakin bahwa menjelang akhir masa jabatan saya, Pendapatan Asli Daerah bisa mencapai Rp 3,26 Triliun, menggandakan jumlahnya,” ungkap Sutarmidji.
Selain itu, mantan Wali Kota Pontianak ini menjelaskan kepada para peserta bahwa selama masa kepemimpinannya, beliau mendirikan Ruang Data Analytic (DAR) yang menjadi dasar semua keputusan kebijakan.
“Oleh karena itu, saudara-saudari yang hadir, penting untuk membiasakan diri dalam bekerja dengan menggunakan data dan memastikan validitasnya saat membuat kebijakan atau keputusan. Saya tidak akan menerima pembicaraan dari para kepala instansi yang tidak didukung oleh data yang tepat; hal ini akan sia-sia!” tegas Gubernur.
Dalam rangkaian acara tersebut, Gubernur secara resmi mengukuhkan Komunitas Penyuluh Anti Korupsi Khatulistiwa Kalimantan Barat dengan memberikan pin dan rompi kepada Ketua Tim Penyuluh.
Acara ditutup dengan pemberian kenang-kenangan kepada Pelaksana Harian Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.
Acara Sosialisasi Anti Korupsi dihadiri oleh berbagai kepala perangkat daerah di lingkungan pemerintahan provinsi Kalimantan Barat serta peserta-peserta sosialisasi.





