triggernetmedia.com – Pemprov Kalimantan Barat merespons kebutuhan akan penanganan jenazah sesuai dengan prinsip-prinsip syariat Islam dengan mengadakan Pelatihan Fardhu Kifayah Terbesar Se-Kalimantan Barat, di Masjid Dzakirin Pontianak, Minggu (6/8).
Kegiatan yang diikuti oleh 600 peserta ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan dalam memandikan, mengkafani, mensholatkan, dan menguburkan jenazah sesuai dengan ajaran agama Islam.
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Harisson, menyampaikan bahwa penanganan jenazah merupakan kewajiban bagi umat Islam sesuai dengan prinsip Fardhu Kifayah.
“Generasi muda saat ini jarang memiliki keterampilan dalam penyelenggaraan jenazah, hal ini harus menjadi perhatian kita bersama bagaimana bisa mengajak para kaum muda untuk berlatih dalam mengurus jenazah,” ungkap Harisson.

Ketua Penyelenggara Pelatihan Fardhu Kifayah, Ubaidullah Murjani Yatim, mengungkapkan harapannya bahwa pelatihan ini dapat mengisi kebutuhan akan orang yang mampu mengurus jenazah di tengah masyarakat.
Dengan pengetahuan yang terbatas terhadap ilmu Fardhu Kifayah saat ini, pelatihan ini diharapkan menjadi motivasi bagi peserta dan masyarakat secara keseluruhan untuk lebih peduli terhadap penanganan jenazah sesuai dengan ajaran agama.
“Jangan sampai kalau ada orang yang meninggal kita tidak tahu untuk mengurusnya baik dari cara memandikan, mengkafani, mensholatkan, dan menguburkan” ungkap Ubaidullah.
Selama pelatihan berlangsung, para peserta akan menerima materi dari beberapa pemateri yang berkompeten di bidang ini.
Peserta juga akan mendapatkan sertifikat yang akan ditandatangani oleh Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, sebagai bentuk penghargaan atas partisipasi mereka dalam pelatihan ini.











