triggernetmedia.com – Juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM), Sebby Sambom, mengumumkan bahwa mereka membatalkan pembebasan Pilot Susi Air, Philips Max Mehrtens.
Sebby menyatakan bahwa Panglima TPNPB OPM, Egianus Kogoya, merasa tersinggung dengan pernyataan Polri.
“Kami berusaha meyakinkan Egianus dan pasukannya bahwa sandera siap dibebaskan, tetapi karena TNI-Polri mengeluarkan pernyataan yang menyesatkan, maka Panglima Egianus menegaskan bahwa sandera tetap bersama mereka,” kata Sebby dalam keterangan tertulis , Sabtu (8/7)
Sebby menyatakan bahwa pernyataan Polri yang menyakitkan Egianus adalah mengenai permintaan uang sebesar Rp 5 miliar untuk menebus Philips.
Sebby menyertakan sebuah video Egianus yang berbicara tentang tuduhan permintaan uang tersebut, dalam video berdurasi 2 menit tersebut, Egianus membantah bahwa pasukannya pernah meminta uang tebusan sebesar itu untuk Philips.
Dia mengatakan bahwa permintaannya terkait dengan pembebasan pilot Susi Air hanya satu, yaitu kemerdekaan Papua. “Itu omong kosong, dari mana saya minta Rp 5 miliar,” ujar Egianus.
Sebby menyatakan bahwa akibat pernyataan tersebut, mereka harus melobi Egianus kembali untuk membebaskan Philips. “Kami harus bekerja keras lagi untuk meyakinkan Panglima Egianus K dan pasukannya agar pilot bisa diselamatkan,” katanya.
Sebelumnya, Polda Papua menyatakan bahwa Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang dipimpin oleh Egianus Kogoya meminta uang tebusan sebesar Rp 5 miliar untuk membebaskan Philips Max Mehrtens.
Polisi menyebut permintaan tersebut disampaikan oleh KKB di awal-awal masa penyanderaan.
“Pada awal penyanderaan, mereka meminta uang tebusan sebesar Rp 5 miliar,” kata Kepala Bidang Humas Polda Papua, Komisaris Besar Ignatius Benny, Jumat, (30/6).
Benny mengatakan bahwa awalnya pihak kepolisian berencana memenuhi permintaan tersebut, uang tebusan rencananya akan disiapkan menggunakan anggaran Pemerintah Daerah Papua.
Namun, beberapa waktu kemudian, KKB menutup jalur komunikasi dengan aparat Indonesia. “Tidak pernah ada komunikasi hingga saat ini dari pihak KKB yang dipimpin oleh Egianus Kogoya,” katanya.
Pilot Susi Air, Philips Max Mehrtens, telah disandera oleh TPNPB OPM sejak 7 Februari 2023.
Saat itu, pesawat jenis Pilatus Porter dengan nomor penerbangan SI 9368 yang dikemudikannya hilang kontak setelah mendarat di Bandara Paro, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan, pada tanggal 7 Februari.
Kemudian diketahui bahwa pesawat tersebut diserang dan dibakar oleh TPNPB OPM yang dipimpin oleh Egianus Kogoya.
sumber berita: berbagai sumber










