triggernetmedia.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Barat, A.L. Leysandri menyatakan, Pemprov Kalbar telah memberikan perhatian yang sangat besar terhadap permasalahan minat baca masyarakat, dengan mencanangkan “Gerakan Kalbar Membaca”.
“Melalui Gerakan Kalbar Membaca kita berharap seluruh lapisan masyarakat dan Pemerintah Daerah Kalbar dapat bersinergi mengembangkan budaya baca di lingkungan masing-masing,” ucapnya dalam acara Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat Tahun 2021 dan Pengukuhan Bunda Literasi Kabupaten Sanggau di Gedung Perpustakaan Daerah Kabupaten Sanggau, Selasa (22/6/2021).
Leysandri turut mengapresiasi Perpustakaan RI yang sudah bersedia melaksanakan kegiatan literasi di Kalbar, dan kali ini diadakan di Kabupaten Sanggau, Kalbar. enurutnya hal ini merupakan dukungan yang perlu diapresiasi.
“Ini merupakan suatu hal yang luar biasa yang perlu kita apresiasi. Semoga dalam acara ini kita mendapatkan pelajaran dan melakukan tindakan untuk menggebrak budaya baca di Kalbar, serta dapat meningkatkan SDM yang beradab, berkualitas dan inovatif,” ujar Leysandri.
Semua pihak terkait diimbau dapat membenahi perpustakaan. Perpustakaan merupakan fasilitas belajar untuk meningkatkan SDM. Ia menegaskan, Perpustakaan Provinsi maupun Kabupaten/Kota harus bekerja sama saling membantu dalam mengembangkan perpustakaan.
“Saya yakin dengan pembenahan yang kita lakukan bersama, minat baca dan tulis masyarakat dapat meningkat. Dengan adanya perpustakaan dapat menjamin ketersediaan bacaan yang murah, lengkap dan berkualitas, serta diharapkan dapat menjadi tempat favorit bagi masyarakat,” ungkapnya.
Kepada Bunda Literasi Kabupaten Sanggau yang telah dikukuhkan, Sekda Kalbar, Leysandri berharap dapat berperan dalam meningkatkan minat baca dan tulis di lingkungan masyarakat.
“Dimulai dari lingkup terkecil di keluarga, kemudian kepada tetangga dan masyarakat. Jika perlu di setiap RT/desa/kelurahan memiliki perpustakaan umum yang dapat meningkatkan ketertarikan generasi muda untuk membaca dan menulis,” pesannya.
Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Nasional Deni Kurniadi, mennambahkan, di tengah-tengah pandemi Covid-19 ini, tingkat kegemaran masyarakat Indonesia dalam membaca pada tahun 2020, mendekati peringkat 16 besar dengan intensitas membaca 6 jam/minggu.
“Penelitian ini menguatkan bahwa Indonesia, bukanlah negara dengan masyarakat yang rendah gemar dalam membacanya, melainkan keterbatasan bahan bacaan untuk dibaca karena ketersesuaian judul buku dengan jumlah buku tidak ideal,” paparnya.
Dikatakannya, pada masa kondisi pandemi ini penguatan indeks literasi masyarakat harus diyakini atau mampu menjadi daya ungkit dalam pemulihan ekonomi nasional.
“Literasi merupakan syarat penting dalam melahirkan SDM yang unggul serta membentuk pengetahuan seseorang yang menjadi kunci utama untuk meningkatkan daya saing kita. Literasi menjadi sangat penting dalam segala aspek yang membantu seseorang berpikir dan bertindak atas dasar konsep yang matang,” katanya.
Literasi, sambung Deni, bisa menyelesaikan suatu persoalan yang akan membentuk kesadaran secara kolektif serta bahu membahu menyelesaikan persoalan yang serius yang tengah dihadapi pada saat ini.
“Persoalan rendahnya budaya baca terdampak pada rendahnya literasi masyarakat Indonesia yang harus dipahami secara komprehensif. Permasalahannya seperti kurangnya ketersediaan bahan baca hingga pendistribusian bahan baca yang kurang tepat sasaran,” katanya lagi.
Untuk ini, lanjutnya, pertumbuhan literasi jelas mengalami perlambatan. Diharapkan Pemerintah Daerah maupun masyarakat dapat bahu membahu dalam meningkatkan literasi masyarakat di daerahnya.
“Pemerintah Daerah serta masyarakat maupun stakeholder terkait dapat duduk bersama dalam meningkatkan literasi masyarakat. Sehingga perwujudan SDM unggul Indonesia Maju bisa terealisasi secepatnya,” tutup Deni Kurniadi. (*)











