Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Barat Ny. Hj. Lismaryani Sutarmidji menghadiri Pembukaan Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) ke IX PKK Provinsi Kalimantan Barat tahun 2021 di Sekretariat TP PKK Provinsi Kalimantan Barat yang dibuka langsung oleh Gubernur Kalimantan Barat, Selasa (22/06/2021).
triggernetmedia.com – Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji menghadiri Pembukaan Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) ke IX PKK Provinsi Kalimantan Barat tahun 2021 di Sekretariat TP PKK Provinsi Kalimantan Barat secara virtual, Selasa (22/6/2021).
Ketua TP PKK Kalbar, Lismaryani menyatakan, Rakerda tersebut sekaligus memperingati Hari Kesatuan Gerak PKK (HKGPKK) ke-49 tahun 2021 dan edaran gubernur nomor: 440/2097/umb, tentang pembatasan pelaksanaan kegiatan/pertemuan di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dari tanggal 18 Juni s/d 18 Juli 2021 dan menindak lanjuti hasil Rakernas ke IX tahun 2021 adalah agenda rutin PKK yang dilaksanakan setiap 5 (lima) tahun,
“Melalui Rakerda ke IX PKK Provinsi Kalimantan Barat diharapkan memperoleh persepsi dan pemahaman yang sama mengenai rencana program dan kegiatan nasional yang tersusun dalam rencana induk dan strategi sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 36 tahun 2020 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 99 tahun 2017 tentang Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga,” paparnya.
Ia menjelaskan, TP PKK menetapkan visi dan misi daerah yang merupakan hasil dari penjabaran visi, misi dan janji Presiden RI masa bhakti 2020–2024. agenda prioritas PKK yang ditetapkan ada 4 (empat) hal. yakni Ketahanan Ekonomi, Revolusi Mental, Lingkungan Hidup dan Memperkuat pelayanan Dasar seperti kesehatan, pendidikan, sosial dan budaya.
Secara umum, sambungnya, TP PKK berkomitmen berkontribusi dalam upaya mewujudkan Indonesia maju melalui gerakan nasional keluarga pelopor perubahan dengan sasaran strategis yaitu menjadi mitra pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, menurunkan angka kemiskinan, menurunkan angka stunting serta memutus rantai penyebaran Covid-19, papar wanita nomor satu di Kalbar.
“Sinergitas dan kemitraa sesungguhnya merupakan perwujudan akar budaya bangsa, yaitu semangat gotong royong sehingga sangat tepat kiranya bertumpu pada semangat gotong royong agar sasaran yang hendak dicapai, yakni keluarga dan masyarakat maju, mandiri dan sejahtera dapat kita wujudkan bersama,” ujar Lismaryani.
Istri Gubernur Kalbar, H. Sutarmidji ini menyebut, gerakan PKK adalah gerakan yang mengedepankan pemberdayaan masyarakat, bangun kerjasama dengan lembaga lain, responsive terhadap kebutuhan masyarakat, lakukan pembinaan pada kelompok-kelompok PKK/dasawisma yang ada di desa/kelurahan, kurangi kegiatan yang sifatnya seremoni, selalu pertimbangkan efisiensi dan efektifitas.
“Sesuai arahan Gubernur Kalbar agar TP PKK Kabupaten/Kota di Kalbar bersinergi dengan dinas-dinas terkait terutama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa untuk mempercepat pembangunan desa mandiri karena di dalam 10 program kerja PKK terdapan unsur yang dapat mempercepat terciptanya desa mandiri,” ujarnya.
Kekinian, lanjut Lismaryani, gerakan PKK semakin berkembang dengan program-programnya yang turut menjadi solusi permasalahan bangsa. Pada masa pandemi Covid-19 ini, kader PKK bekerja sama dengan berbagai pihak telah aktif melakukan kampanye protokol kesehatan dengan gerakan 3 M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak) serta 3 T (testing, tracking, dan treatment).
“Selain itu, juga dilakukan pemberian bantuan makanan bergizi bagi masyarakat terdampak pandemi Covid-19 serta gebrak masker yang dilakukan sejak awal pandemi hingga kini. Hal ini merupakan wujud konkrit peran aktif PKK.” katanya.
“Saya yakin, masih banyak yang sudah dilakukan oleh para kader PKK di Kabupaten/Kota namun belum semua dilaporkan. Untuk itu saya menggarisbawahi perlu melaporkan kegiatan terutama tentang pencegahan penularan Covid-19 dan program PKK,” pesan Lismaryani.
Melalui Rakerda ke IX PKK Provinsi Kalimantan Barat ini diharapkan menghasilkan rumusan rencana program dan kegiatan yang mampu mendorong dalam mewujudkan masyarakat berdaya dan sejahtera melalui gerakan keluarga pelopor perubahan untuk Indonesia maju. (*)



