triggernetmedia.com – Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menyatakan, sanksi tegas akan diberlakukan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang nekat mudik. Hal ini sebagaimana ditegaskan Pemerintah Pusat yang telah mengeluarkan larangan mudik di tengah pandemi Covid-19.
“Pemkot Pontianak bersama TNI/Polri akan melakukan penyekatan pada batas Kota Pontianak di Batu Layang, yakni dengan mendirikan posko terpadu untuk memeriksa pengendara yang keluar-masuk kota. Kalau ada ASN Pemkot Pontianak yang kedapatan mudik, kita akan berikan sanksi tegas,” tegasnya Bahasan usai rapat koordinasi dengan Forum Lalu Lintas Kota Pontianak di ruang kerjanya, Selasa (4/5/2021).
Sanksi tersebut, jelas Bahasan, mulai dari sanksi ringan hingga berat. Penjatuhan sanksi bagi mereka yang melanggar larangan ini akan ditelusuri keperluannya. Apabila memang bersifat urgensi misalnya menjenguk orang tua yang sakit keras atau orang tua meninggal dunia, maka pihaknya masih bisa memberikan toleransi.
“Sebaliknya, jika memang berniat mudik tanpa alasan yang bisa dibenarkan, kami akan berikan sanksi terhadap ASN bersangkutan,” katanya.
Menurutnya, memperketat warga yang berniat mudik merupakan tindaklanjut dari kebijakan pemerintah pusat yang diberlakukan secara keseluruhan. Pemkot Pontiank bersama TNI dan Polri akan melakukan pemeriksaan terhadap arus keluar masuk kendaraan dari dan ke Pontianak.
“Apabila ditemukan calon pemudik yang terjaring, maka mereka akan diminta putar balik,” ujar Bahasan.
Dalam pelaksanaan pemeriksaan di posko terpadu itu, Bahasan meminta para petugas tetap bersikap humanis dan tidak mengeluarkan kata-kata yang terkesan arogan sehingga menimbulkan antipati masyarakat dalam mematuhi larangan yang berlaku. Sebab, meskipun larangan mudik telah dikeluarkan, namun masih ada masyarakat yang berniat mudik dalam merayakan Hari Raya Idulfitri.
“Data nasional mencatat masih ada 17 juta lebih masyarakat yang masih menginginkan mudik meskipun sudah ada larangan,” bebernya.
Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan menegaskan, larangan mudik merupakan upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang menunjukkan adanya lonjakan akibat muncul varian baru yang lebih ganas.
“Kalau masyarakat lengah tanpa menjalankan protokol kesehatan, bukan tidak mungkin terjadi ledakan kasus Covid-19 seperti halnya di India, Amerika, Brazil dan Meksiko,” tandasnya.
Pewarta : Dhesta
Editor : Ariz



