Trigger Netmedia
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan
No Result
View All Result
Trigger Netmedia
No Result
View All Result
Home Headline

Jemput Suara Pasien Isolasi, Panitia Pilkada 2020 Bekerja Bertaruh Nyawa

ariz by ariz
9 Desember 2020
in Headline, Internasional, Metropolitan, Nasional, News, Sospolhukam
0
Jemput Suara Pasien Isolasi, Panitia Pilkada 2020 Bekerja Bertaruh Nyawa

ILUSTRASI - Petugas KPPS mengenakan pakaian hazmat dan Alat Perlindungan Diri (APD) di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 13 pada Pilkada Kota Depok 2020 di Pasir Putih, Sawangan, Depok, Jawa Barat, Rabu (9/12/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

triggernetmedia.com – Panitia Pilkada 2020, bisa dibilang, terpaksa bekerja di antara hidup dan mati. Sebab, mereka diminta menyambangi pemilih yang sedang isolasi mandiri karena terinfeksi covid-19. Untuk siapa manfaatnya?

“SAYA sih menyarankan kepada teman-teman, kalau ada yang isoman (Isolasi mandiri pasien xovid-19) enggak usah dijemput suaranya,” kata Farid.

Farid Abudrahman adalah panitia Tempat Pemungutan Suara (TPS) 042 Pasir Gunung Selatan, Kota Depok, Jawa Barat.

Sehari jelang hari pencoblosan, Selasa (8/12/2020), Farid sudah bergiat menyiapkan beragam keperluan untuk pemungutan suara pemilih Pilkada Depok.

Baca Juga:Intip Gaya Santai Ayu Ting Ting saat Nyoblos Pilkada Depok 2020

Dia menyatakan ketidaksetujuaannya terhadap aturan agar menjemput suara dari pemilih yang mengisolasi diri akibat corona.

Menurutnya, aturan itu berisiko tinggi menularkan virus ke petugas. Selain karena sifat virus gampang menular, Farid menilai petugas TPS bukan tenaga medis yang terlatih menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).

Karenanya, risiko tertular dari kesalahan pemakaian dan pelepasan APD juga tinggi.

“Terlalu besar resiko dibanding manfaatnya,” kata Farid.

Kekhawatiran yang sama diungkap Ketua Panitia Pemungutan Kecamatan (PPK) Sukmajaya Kota Depok Heri Darmawan.

Baca Juga:Pilkada Depok dan Tangsel Dijaga 4.300 Personel TNI-Polri

Ia mengatakan, sejumlah petugas di 535 TPS se-Kecamatan Sukmajaya cenderung gentar kalau harus menjemput suara pasien corona.

Sukmajaya, menjadi Kecamatan terbanyak kasus konfirmasi positif Covid-19. Berdasarkan data Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 setempat, terdapat 400 kasus di Sukmajaya dari total 2435 kasus aktif per tanggal 7 Desember 2020 di Kota Depok.

“Mereka (petugas TPS) tahu di Depok ini cukup bahaya,” kata dia.

Heri mengatakan, prosedur pemungutan dan penjemputan suara dari pasien isolasi mandiri tidak pernah disimulasikan langsung oleh petugas.

Bahkan, tata cara pemberiannya tidak diatur secara rinci dalam Peraturan KPU. Sejauh ini, KPU hanya mengimbau menggunakan APD lengkap.

Baca Juga:Intip Gaya Santai Ayu Ting Ting saat Nyoblos Pilkada Depok 2020

Pelayanan dilakukan di ruang terbuka serta pasien isolasi mandiri menggunakan masker beserta sarung tangan. Surat suara pemilih nantinya akan dijemput menggunakan kantong plastik.

“Petugas didorong membangun kesepakatan dengan pengawas dan saksi terkait cara aman untuk melayani pemilih isolasi,” katanya.

Meski demikian, potensi penyebaran virus tetap ada lewat surat suara yang dicoblos pasien. Belum ada ketentuan perlakuan surat suara yang tersentuh pasien, sehingga petugas akan menyatukannnya dengan surat suara di TPS.

Heri berharap, pasien isolasi mandiri sebaiknya menggunakan formulir C pendamping saat mencoblos surat suara. Dengan begitu, pencoblosan bisa diwakilkan kepada petugas dan orang yang dipercaya pasien.

“Cara paling aman menggunakan pendamping. Kita berharap saksi dan pengawas setuju cara ini” ujarnya.

Baca Juga:Pilkada Depok dan Tangsel Dijaga 4.300 Personel TNI-Polri

Pasal 73 Peraturan KPU Nomor 6 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah mengatur ketentuan pemilih yang sedang menjalani isolasi karena Covid-bisa dilayani hak pilihnya.

Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) boleh mendatangi pasien jika disetujui saksi dan panwaslu Kelurahan/Desa atau Pengawas TPS.

Depok merupakan satu dari 6 wilayah di Jawa Barat yang masuk zona merah. Angka infeksi postif pada 8 Desember 2020 mencapai 11.813 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok Novarita mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum Kota Depok terkait data pemilih isolasi.

Terdapat 1.899 pasien isolasi mandiri, 432 pasien di rumah sakit serta 84 pasien isolasi di pusat isolasi.

Baca Juga:Intip Gaya Santai Ayu Ting Ting saat Nyoblos Pilkada Depok 2020

Menurut Nova, petugas tidak perlu khawatir karena sudah dibekali APD dan serta arahan dari dinas kesehatan.

“Sudah diberikan pencerahan kepada petugas dan dibekali hazmat, sarung tangan, masker dan face shield. Artinya sudah aman menemui pasien positif Covid-19,” kata dia, Kamis (8/12).

Ia mengatakan, petugas tidak perlu masuk ke rumah pasien isolasi sehingga pelayanan dilakukan di luar ruangan.

Segera setelah melayani pemilih isolasi harus dilakukan disinfektan kepada petugas. Untuk pemungutan di Rumah Sakit, hanya ditujukan bagi pasien yang kondisinya membaik.

Adapun untuk pasien yang dirawat di ICU, Nova menyarankan tidak diambil suaranya. Petugas medis akan ditugaskan mendampingi petugas KPPS untuk memastikan keamanan pasien dan petugas ketika di rumah sakit.  Selama proses penjemputan suara, petugas tidak diperkenankan melepas APD.

Baca Juga:Pilkada Depok dan Tangsel Dijaga 4.300 Personel TNI-Polri

Sayangnya, Pengawas TPS kemungkinan tak bisa menggunakan Hazmat saat mendampingi penjemputan.

Ketua Bawaslu Kota Depok Luli Barliani mengatakan Bawaslu Kota Depok hanya memiliki 100 hazmat untuk 4015 TPS di Kota Depok. Ia menghimbau pengawas memantau penjemputan suara dari jauh sehingga aman dari penularan virus.

“Kami keterbatasan baju hazmat, tapi akan coba diupayakan” ujarnya kepada Jaring.id pada 8 Desember 2020.

Meski demikian, Ia tetap mengimbau pelayanan pasien isolasi mandiri tetap dilakukan karena sudah menjadi kesepakatan KPU, Pemerintah, dan Bawaslu. Nova berharap KPU bisa menyerahkan data pasien per TPS agar Bawaslu bisa menyiapkan pengawasan TPS.

Anggota Bawaslu Surakarta Muhammad Mutaqqin mengatakan mereka sama sekali tak punya hazmat untuk petugas yang akan menjemput suara.

Baca Juga:Intip Gaya Santai Ayu Ting Ting saat Nyoblos Pilkada Depok 2020

Petugas kemungkinan hanya menggunakan masker, sarung tangan serta pelindung wajah untuk mendampingi petugas KPPS.

“Kami jaga jarak, kami nggak berniat masuk ke lokasi isolasi, apalagi di rumah sakit karena pasti akan dilarang,” kata dia kepada Jaring.id.

Jumlah pasien Isolasi mandiri positif Covid-19 di kota Solo sebanyak 986, sementara dalam perawatan 195 orang. Mutaqqin mengatakan seluruh pasien isolasi wajib dilayani sepanjang masih tersedia waktu.

Anggota KPU RI Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi mengatakan metode penjemputan suara dilakukan sebagai bentuk komitmen KPU melindungi hak pilih pasien Covid- 19.

Petugas KPPS akan mendatangi pasien Covid-19 bersama saksi, dan pengawas satu jam sebelum pemungutan suara berakhir. Pasien akan dilayani sepanjang tercatat dalam data Gugus Tugas Covid-19 di masing-masing daerah.

Baca Juga:Pilkada Depok dan Tangsel Dijaga 4.300 Personel TNI-Polri

“Sebelum pemungutan suara itu diatur untuk berkoordinasi dengan Satgas, Dinas Kesehatan dan seterusnya,” kata Raka dalam talkshow BNPB bertajuk “Investigasi Kesiapan APD Pilkada” secara virtual, Jumat 4 Desember 2020.

Dewa mengatakan KPU tidak memaksakan pemungutan suara jika kondisi pasien tidak memungkinkan untuk memilih. Proses penjemputan juga dilakukan jika saksi dan petugas menyetujui dilakukan penjemputan suara.

Epidemiolog Universitas Indonesia, Pandu Riono mengatakan penjemputan suara pasien sangat berisiko tinggi baik bagi petugas dan mengancam nyawa pasien. Terutama pasien yang sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit, menurutnya tak perlu diberi kesempatan untuk memilih.

“Tidak perlu ada jemput suara,” tengasnya.

Dewan Pembina Perkumpulan untuk pemilu dan Demokrasi Titi Anggraini mengatakan KPU sebaiknya tidak menggampangkan penjemputan suara pasien isolasi jika prosedur pemberian suara tidak bisa dipastikan aman.

Misalnya, surat suara dari pemilih positif Covid-19 bisa saja menjadi pentransmisi virus kepada para petugas dan orang lain dalam proses penghitungan suara.

“Apalagi kalau sampai ada petugas yang memfasilitasi pemberian suara oleh pemilih dengan Covid-19 ternyata tidak dilengkap alat pelindung diri maksimal seperti hazmat, kekhawatiran penularan tersebut bisa semakin besar,” katanya.

Titi mendorong agar pengawas tidak merekomendasikan pemberian suara oleh pemilih yang positif Covid-19 jika petugas tidak memilik APD lengkap dan tidak terlatih. Menurutnya pelayanan hak pilih pada pemilih dengan Covid-19 adalah inisiatif yang baik. Hanya saja menerapkannya perlu persiapan matang.

Sumber : Suara.com

 

About Author

ariz

See author's posts

Tags: Headlinepasien covid-19Pilkada Depokpilkada depok 2020
Previous Post

Ada 7 Artis Mencalonkan Diri di Pilkada Serentak 9 Desember!

Next Post

Krisis Ekonomi Akan Selesai Jika Kesehatan Pulih

ariz

ariz

Next Post
Krisis Ekonomi Akan Selesai Jika Kesehatan Pulih

Krisis Ekonomi Akan Selesai Jika Kesehatan Pulih

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
AKI dan AKB Masih Tinggi, Indonesia Terpaut Jauh dari Target SDGs

AKI dan AKB Masih Tinggi, Indonesia Terpaut Jauh dari Target SDGs

16 Juli 2025
Jabat Dewan Syuro, Anggota Komisi Fatwa MUI Berperan Beri Masukan dan Nasihat ke JI

Jabat Dewan Syuro, Anggota Komisi Fatwa MUI Berperan Beri Masukan dan Nasihat ke JI

17 November 2021
Kronologi Polemik Ijazah Jokowi: Dari Gugatan Hukum hingga Drama Politik

Kronologi Polemik Ijazah Jokowi: Dari Gugatan Hukum hingga Drama Politik

18 Juli 2025
Status PPPK Paruh Waktu Dihapus, Revisi UU ASN Kembalikan Struktur Dua Pilar

Status PPPK Paruh Waktu Dihapus, Revisi UU ASN Kembalikan Struktur Dua Pilar

26 November 2025
Bandara Rahadi Oesman Ketapang Hentikan Sementara Layanan Penerbangan Komersial

Bandara Rahadi Oesman Ketapang Hentikan Sementara Layanan Penerbangan Komersial

0
2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

0
14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

0
Prabowo Resmikan Kantor DPD Gerindra di Banten

Prabowo Resmikan Kantor DPD Gerindra di Banten

0
BNPB Desak Enam Kabupaten Segera Tetapkan Status Darurat Gempa NTT

BNPB Desak Enam Kabupaten Segera Tetapkan Status Darurat Gempa NTT

16 Agustus 2026
Gempa M7,7 Guncang NTT, 47 Orang Meninggal dan 5.000 Warga Mengungsi

Gempa M7,7 Guncang NTT, 47 Orang Meninggal dan 5.000 Warga Mengungsi

16 Agustus 2026
Cara Nonton Live Detik-Detik Proklamasi 17 Agustus 2026 dan Jadwal Upacaranya

Cara Nonton Live Detik-Detik Proklamasi 17 Agustus 2026 dan Jadwal Upacaranya

16 Agustus 2026
Inspektorat dan Satpol PP Pontianak Awasi Pemasangan Atribut Kemerdekaan

Inspektorat dan Satpol PP Pontianak Awasi Pemasangan Atribut Kemerdekaan

16 Agustus 2026

Recent News

BNPB Desak Enam Kabupaten Segera Tetapkan Status Darurat Gempa NTT

BNPB Desak Enam Kabupaten Segera Tetapkan Status Darurat Gempa NTT

16 Agustus 2026
Gempa M7,7 Guncang NTT, 47 Orang Meninggal dan 5.000 Warga Mengungsi

Gempa M7,7 Guncang NTT, 47 Orang Meninggal dan 5.000 Warga Mengungsi

16 Agustus 2026
Cara Nonton Live Detik-Detik Proklamasi 17 Agustus 2026 dan Jadwal Upacaranya

Cara Nonton Live Detik-Detik Proklamasi 17 Agustus 2026 dan Jadwal Upacaranya

16 Agustus 2026
Inspektorat dan Satpol PP Pontianak Awasi Pemasangan Atribut Kemerdekaan

Inspektorat dan Satpol PP Pontianak Awasi Pemasangan Atribut Kemerdekaan

16 Agustus 2026
  • Kode Etik
  • Kode Prilaku Perusahaan Pers
  • Tentang Kami
  • Redaksi

© 2026 triggernetmedia development

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan

© 2026 triggernetmedia development