triggernetmedia.com – Pelayanan kesehatan tidak hanya tentang ketepatan tindakan medis, tetapi juga bagaimana pasien diperlakukan dan mendapatkan informasi selama menjalani perawatan. Hal tersebut menjadi perhatian RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie melalui In House Training (IHT) Komunikasi Efektif yang diikuti seluruh staf dan tenaga kesehatan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya rumah sakit meningkatkan mutu pelayanan sekaligus mencegah munculnya kesalahpahaman yang dapat berujung pada komplain pasien. Melalui pelatihan tersebut, setiap petugas didorong membangun komunikasi yang lebih terbuka, jelas, ramah dan empatik.
Direktur RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie, Eva Nurfarihah, mengatakan komunikasi merupakan salah satu fondasi penting dalam menciptakan pelayanan kesehatan yang berkualitas. Menurutnya, informasi yang disampaikan kepada pasien harus benar sekaligus disampaikan dengan cara yang tepat.
“Informasi yang benar, tetapi disampaikan dengan cara yang tidak tepat, dapat menimbulkan kesalahpahaman. Sebaliknya, komunikasi yang jelas, empatik, dan mudah dipahami dapat membangun rasa percaya dan membuat pasien serta keluarga merasa dihargai,” ujarnya saat membuka kegiatan.
Eva menjelaskan, persoalan komunikasi dapat terjadi di berbagai situasi, baik ketika petugas berkoordinasi antarprofesi maupun saat memberikan informasi dan edukasi kepada pasien serta keluarga.
Kesalahan dalam menyampaikan maupun menerima informasi berpotensi menghambat pelayanan dan memengaruhi proses perawatan. Karena itu, kemampuan berkomunikasi menjadi kompetensi yang perlu dimiliki seluruh petugas, tidak hanya tenaga medis.
Ia menilai, pendekatan patient-centered care harus dimulai dari cara rumah sakit berinteraksi dengan pasien. Pasien perlu merasa didengar, dipahami dan mendapatkan informasi yang memadai mengenai pelayanan maupun kondisi yang sedang dihadapinya.
“Pasien berinteraksi dengan petugas pendaftaran, rekam medis, perawat, dokter, farmasi, laboratorium, radiologi, gizi, petugas informasi, satuan pengamanan, pramusaji, cleaning service, hingga manajemen,” kata Eva.
Dengan demikian, pengalaman pasien terhadap rumah sakit terbentuk dari keseluruhan rangkaian interaksi tersebut. Hal-hal sederhana yang dilakukan petugas pun dapat memberikan kesan yang besar bagi pasien dan keluarganya.
Eva mengingatkan, senyum, sapaan, kesediaan mendengarkan hingga kemampuan merespons keluhan secara profesional merupakan bagian dari komunikasi pelayanan.
“Sikap sederhana seperti senyuman, sapaan hangat, kesediaan mendengarkan, hingga cara merespons keluhan secara profesional dinilai menjadi cermin kualitas pelayanan rumah sakit secara keseluruhan,” pungkasnya.
Melalui IHT Komunikasi Efektif, RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie berharap seluruh staf dapat menerapkan pola komunikasi yang sama dalam memberikan pelayanan. Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat kepercayaan pasien, mengurangi potensi komplain, sekaligus menciptakan suasana pelayanan yang lebih nyaman dan humanis.










