triggernetmedia.com – Berdasarkan surat edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19), pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) termasuk Uji Kompetisi Keahlian bagi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tahun 2020 resmi dibatalkan.
“Ikut semua, karena surat Menteri ditujukan langsung dengan gubernur dan bupati kemudian langsung ditembuskan ke kepala sekolah seluruh Indonesia,” ujar Kepala Dinas Pendidik dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Barat, Suprianus Herman, Rabu (25/3/2020).
Suprianus menjelaskan, hal-hal mengenai kurikulum merupakan kewenangan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI. Termasuk aturan tentang pelaksanaan Ujian Nasional.
“Bagi kawan-kawan SMK yang sudah ujian diseluruh Indonesia ada 6 provinsi yang tidak ujian tetap dihitung acuan keseluruhannya dari nilai raport,” jelasnya.
Menurutnya, penilaian kelulusan tahun ini akan ditentukan dengan model penilaian berbeda. Yaitu, akan diperhitungkan nilai raport mulai dari kelas awal hingga kelas akhir.
“Dinilai semua. Disitulah konsep merdeka belajar salah satunya guru diberi kebebasan dengan adanya koridor profesionalisme untuk menilai muridnya,” tutur Suprianus.
Saat ini, sambung Suprianus, pihaknya terus berkoordinasi dengan instansi teknis dan tim posko untuk melihat situasi perkembangan Covid-19 dan menentukan perpanjangan waktu libur.
“Kemarin sampai tanggal 2 April 2020. Konsep nasional itu istirahat dirumah dua minggu, Gubernur juga ikut dua minggu. Nanti lihat kondisi situasi kami selalu koordinasi dengan instansi teknis dan tim posko,” katanya.
Ia pun berharap wabah Covid-19 ini agan segera berlalu. Satu diantaranya dengan tetap berdiam diri dirumah. Dalam hal ini pun, Disdikbud tetap dapat memantau sistem belajar online sekolah-sekolah melalui aplikasi yang telah tersambung dengan sistem.
“Kita dinas pendidikan sendiri bisa mengintip aplikasi punya sekolah-sekolah. Lewat kerjasama kits dengan Telkomsel juga ada aplikasi si cerdas. Kami selalu koordinasi. Grup kami tetap aktif terus SMA SMK se Kalbar untuk memonitor,” katanya lagi.
Seluruh siswa di Kalbar diimbau untuk tidak menghabiskan waktu untuk hura-hura. Dan tetap melaksanakan kegiatan belajar online. Siswa juga dapat meminta para guru memberikan materi mengenai perkembangan virus Covid-19 dan bagaimana cara sederhana mengatasinya, seperti menerapkan pola hidup bersih.
“Semua sekolah belajar online. Paling sederhana lewat WA. Lakukanlah dengan disiplin, tenang saja dirumah santai tapi belajar online tetap dilaksanakan. Pesan kami juga ke guru, seperti pesan menteri jangan terlalu dibebani anak-anak dengan tugas yang terlalu banyak,” ujar Suprianus.
Dhesta











