triggernetmedia.com – Sebanyak 142 peserta dari 3 Kabupaten/Kota di Kalimantan Barat mengikuti kontes durian dan bursa buah-buahan lokal yang diselenggarakan oleh Dinas Hangpang Hortikan Kabupaten Sanggau di terminal Bis Sanggau, yang di kenal dengan sebutan Pasar Jarai Kabupaten Sanggau (8/2).
“Kabupaten Landak, Kabupaten Sekadau dan Kabupaten Sanggau merupakan daerah yang megikutsertakan para utusannya sebagai peserta salam kontes buah dan bursa buah-buahan lokal tahun ini,” kata Kepala Dinas Hangpang Hortikan Sanggau, John Hendri, Minggu (9/2) di Sanggau.
Menurut John Hendri, pada kontes durian dan bursa buah-buahan lokal tahun ini peserta asal Kabupaten Sanggau berhasil menyabet juara pertama dengan nama durian Ngagak asal Desa Entakai. Juara 2 durian Sangen, juara 3 durian puruh, juara harapan kesatu durian Slaur, harapan dua durian pantai dan harapan tiga durian Darijan Lengkeng.
“Durian yang menjadi juara satu dalam kontes ini akan dilakukan survei langsung bagaimana pohon, batang, ranting, daun termasuk entrisnya untuk di teliti dan sebagai bahan penelitian lebih lanjut,” ujarnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Provinsi Kalbar, Florentinus Anum, menyambut baik kontes durian dan bursa buah lokal di Kabupaten Sanggau. Kepada Kabupaten lainnya, kata dia, sebenarnya jadi kewajiban untuk melaksanakan kontes atau festival durian atau apapun namanya.
“Karena ini bagian dari bagaimana kita mengangkat potensi buah-buahan lokal di Kalbar, sehingga dapat memberikan dampak positif yang bernilai ekonomis bagi para petani di Kalimantan Barat, khususnya dalam sisi pendapatan,” ujarnya.
Dari sekian banyak variates durian yang ada, sambungnya, Kalimantan Barat sudah melepas 19 jenis variates durian.
Kekinian, dari 19 variates, diantaranya ada 9 varietas yang berasal dari Kabupaten Sanggau.
“Yang terakhir itu durian Serumbut,” katanya.
Sampai hari ini, Sambung Florentinus Anum. Kabupaten Sanggau masih menjadi ikon nomor satu durian di Kalimantan Barat. Dirinya meminta masyarakat untuk dapat menjaga pohon durian yang dimiliki dengan baik.
“Karena ini nenek moyang kita yang nanam, jangan sampai di tebang atau pohonya di jual,” imbaunya.
Sementara itu, Bupati Sanggau, Paolus Hadi meminta dinas terkait dan masyarakatnya terus mengembangkan varietas durian lokal. Khusus di Kabupaten Sanggau, masyarakat yang memiliki pohon durian agar tidak ditebang.
“Kalau bapak ibu yang punya tanah, tolong jangan semuanya ditanam sawit, sisakan juga untuk menanami buah-buahan lokal supaya kedepan anak cucu kita bisa mengenal dan menikmati buah-buahan lokal yang kita tanam,” imbau Paolus Hadi.
Libertus I Ariz



