triggernetmedia.com – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya berisiko mengganggu kesehatan saluran pernapasan, tetapi juga perlu diantisipasi dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Masyarakat diimbau tetap memperhatikan etika batuk dan bersin, terutama saat berada di ruang publik.
Perawat Riska mengatakan, etika batuk dan bersin merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko penyebaran kuman melalui percikan droplet.
“Ketika batuk atau bersin, tutup mulut dan hidung menggunakan tisu, lalu segera buang ke tempat sampah. Jika tidak ada tisu, gunakan bagian dalam siku, bukan telapak tangan,” kata Riska saat memberikan edukasi di RSUD SSMA Kota Pontianak, Kamis (24/9/2026).
Ia menjelaskan, penggunaan telapak tangan untuk menutup mulut atau hidung saat batuk dan bersin dapat menyebabkan kuman berpindah ke benda maupun permukaan yang disentuh. Karena itu, penggunaan tisu atau bagian dalam siku lebih dianjurkan.
Riska juga mengingatkan masyarakat untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah batuk atau bersin. Di tengah kondisi udara yang kurang baik akibat kabut asap, penggunaan masker juga dapat menjadi perlindungan tambahan saat melakukan aktivitas di luar rumah.
Masyarakat disarankan membatasi kegiatan di luar ruangan apabila kabut asap semakin pekat. Perhatian lebih juga perlu diberikan kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta orang yang memiliki gangguan atau penyakit pernapasan.
“Jangan anggap sepele batuk dan bersin. Lindungi diri sendiri dan orang di sekitar dengan menerapkan etika batuk dan bersin yang benar,” ujarnya.
Menurut Riska, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, penggunaan masker sesuai kebutuhan, serta mengurangi paparan asap dapat membantu masyarakat menjaga kesehatan saluran pernapasan selama kondisi kabut asap.











