triggernetmedia.com – Peringatan HUT ke-7 Pengurus Daerah Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Kalimantan Barat menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas sekaligus mengingatkan kembali pentingnya peran jurnalis di tengah derasnya arus informasi dan berbagai bencana yang melanda sejumlah wilayah Indonesia.
Rangkaian peringatan ditutup dengan doa bersama dan syukuran yang digelar di Aming Coffee Podomoro, Minggu (6/9/2026) malam. Kegiatan tersebut diikuti keluarga besar IJTI Kalbar dengan mendoakan masyarakat yang terdampak karhutla di Kalimantan, erupsi Gunung Anak Krakatau, hingga gempa bumi di Nusa Tenggara Timur.
Suasana doa bersama juga menjadi ruang refleksi atas dampak bencana yang dirasakan masyarakat. Mulai dari keterbatasan air bersih, gangguan pernapasan akibat kabut asap, hingga terganggunya mobilitas warga karena penutupan sejumlah bandara.
“Musibah ini begitu menguji kesabaran kita rakyat Indonesia. Kesulitan air bersih, napas sesak, bimbang saudara di rantau tak dapat dihubungi, bandara tutup, mata perih, semua kita rasakan hari ini. Mari kita terus berdoa agar Yang Mahakuasa segera mengangkat ujian ini,” ujar Ari Satriansyah, wartawan TVRI Kalbar yang memandu acara.
Sebelum malam syukuran, IJTI Kalbar menggelar seminar bertema “Peran Jurnalis di Era Digitalisasi”. Seminar tersebut membahas tantangan jurnalis televisi di tengah perubahan pola konsumsi informasi masyarakat.
Ketua KPID Kalbar Ramdan menilai profesi jurnalis memiliki peran penting dalam menjaga kualitas informasi publik. Menurutnya, derasnya informasi di media sosial juga meningkatkan risiko penyebaran informasi yang tidak terverifikasi.
“Peran mereka menjadi penting untuk meluruskan misinformasi dan disinformasi yang kerap kita temui di beranda media sosial saat ini,” katanya.
Seminar tersebut juga dirangkaikan dengan pengumuman pemenang Lomba Video Berita untuk kategori pelajar dan mahasiswa. Kompetisi itu menjadi salah satu upaya IJTI Kalbar memperkenalkan dunia jurnalistik kepada generasi muda sekaligus mendorong mereka menghasilkan karya audiovisual yang informatif.
Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin yang menjadi tuan rumah lokasi seminar memberikan apresiasi kepada para peserta dan pemenang lomba.
“Selamat kepada para pemenang, semoga dapat terus menjaga bakat jurnalis TV-nya. Siapa tahu ke depan bisa bekerja di salah satu media TV,” ujar Satarudin.
Dalam rangkaian yang sama, IJTI Kalbar juga memberikan penghargaan kepada sejumlah jurnalis televisi senior yang dinilai telah memberikan kontribusi dalam perjalanan jurnalistik televisi di Kalimantan Barat dan tingkat nasional.
Penghargaan diberikan kepada Sy. Amin Alkadrie, mantan wartawan SCTV; Ridwan Ismail, mantan wartawan RCTI; Tut Wuri Handayani, wartawan TV One; serta D.A. Rony, wartawan TVRI.
Ketua Pengda IJTI Kalbar Yuniardi menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan rangkaian HUT ke-7. Ia juga memberikan apresiasi kepada panitia yang telah menjaga kekompakan selama kegiatan berlangsung.
“Tak lupa pula apresiasinya untuk rekan-rekan panitia yang selalu kompak dan bertekad kuat untuk menyukseskan acara ini,” kata pria yang akrab disapa Uun tersebut.
Malam syukuran kemudian diisi dengan pembekalan dan motivasi dari para senior IJTI Kalbar kepada anggota muda. Sesi tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus membangun kesiapan jurnalis muda menghadapi perubahan industri media.
Melalui rangkaian HUT ke-7, IJTI Kalbar tidak hanya merayakan perjalanan organisasi, tetapi juga menegaskan komitmen untuk menjaga profesionalisme jurnalistik, memperkuat solidaritas, dan menghadirkan informasi yang akurat bagi masyarakat di tengah perkembangan teknologi serta situasi kebencanaan.










