triggernetmedia.com – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, terutama pada sistem pernapasan. Karena itu, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta membatasi paparan udara yang tidak sehat.
Perawat Nova Harviana mengatakan, menjaga kebersihan diri menjadi salah satu upaya sederhana yang dapat dilakukan untuk membantu menjaga kesehatan selama kondisi kabut asap berlangsung.
Hal tersebut disampaikannya saat memberikan edukasi kepada pasien dan pengunjung RSUD SSMA Kota Pontianak, Kamis (3/9/2026).
“Cuci tangan merupakan kebiasaan sederhana, tetapi sangat penting untuk menjaga kebersihan dan mencegah masuknya kuman ke dalam tubuh. Apalagi dalam kondisi kabut asap seperti sekarang, masyarakat perlu lebih memperhatikan kebersihan diri,” ujarnya.
Menurut Nova, selain mencuci tangan, masyarakat juga perlu memperhatikan cara penggunaan masker. Masker harus dikenakan dengan benar agar bagian wajah yang menjadi jalur masuk udara dapat terlindungi secara optimal.
“Masker harus menutup hidung, mulut, hingga dagu. Jangan digunakan hanya menutupi mulut atau diletakkan di bawah dagu karena pemakaiannya menjadi tidak efektif,” jelasnya.
Ia juga meminta masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara berada dalam kondisi tidak sehat. Perhatian lebih perlu diberikan kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pada sistem pernapasan.
Nova mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan gejala kesehatan yang muncul selama terpapar kabut asap. Batuk berkepanjangan, sesak napas, iritasi mata, tenggorokan terasa perih, maupun kondisi tubuh yang semakin memburuk perlu segera mendapat perhatian.
“Kalau sudah mengalami keluhan seperti sesak napas atau batuk yang terus-menerus, sebaiknya segera mendapatkan pemeriksaan dan jangan menunggu sampai kondisinya semakin berat,” imbuhnya.
Ia berharap masyarakat tidak menganggap ringan dampak kabut asap akibat karhutla. Menurutnya, menjaga kebersihan diri, menggunakan masker dengan tepat, mengurangi aktivitas di luar ruangan, dan menjaga kondisi tubuh merupakan langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan.
“Yang paling penting adalah masyarakat tetap waspada dan menjaga kesehatan. Jangan menganggap remeh dampak asap karhutla karena kesehatan harus menjadi prioritas,” pungkasnya.











