triggernetmedia.com – Sebanyak 286 anak yang berasal dari Sekolah Rakyat, santri, dan panti asuhan di Kota Pontianak mendapat kesempatan menikmati film Anak-anak Bambu bersama dalam kegiatan nonton bareng di XXI Ayani Pontianak, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan yang diinisiasi melalui kolaborasi sejumlah pihak tersebut tidak sekadar menghadirkan hiburan bagi anak-anak. Ketua TP PKK Kota Pontianak Yanieta Arbiastutie menyebut, kegiatan ini menjadi ruang kebersamaan sekaligus sarana mengenalkan nilai-nilai positif melalui media film.
Menurut Yanieta, pengalaman menonton bersama menjadi semakin istimewa karena anak-anak juga berkesempatan bertemu langsung dengan pihak yang terlibat dalam produksi film. Interaksi tersebut diharapkan memberikan pengalaman baru sekaligus memperluas wawasan mereka tentang dunia perfilman.
“Harapannya, kegiatan ini bukan hanya menjadi momen nonton bersama, tetapi juga menjadi ruang pertumbuhan bagi anak-anak kita,” ujarnya.
Yanieta menilai film dapat menjadi media pembelajaran yang efektif karena pesan moral disampaikan melalui cerita dan karakter, sehingga anak-anak dapat memahami nilai kehidupan dengan cara yang lebih menyenangkan.
Dalam Anak-anak Bambu, sejumlah pesan tentang kesantunan, menghormati orang tua, keikhlasan, kepedulian, dan keteguhan menjalani kehidupan menjadi bagian dari cerita.
“Banyak nilai yang bisa kita ambil dari film ini, terutama bagaimana anak-anak belajar sopan santun, menghormati orang tua, dan memiliki sifat ikhlas,” jelasnya.
Ia menambahkan, kebutuhan anak tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan materi. Anak-anak juga membutuhkan ruang untuk mendapatkan pengalaman positif, membangun kepercayaan diri, mengembangkan empati, serta belajar melihat kehidupan dari sudut pandang yang lebih luas.
Karena itu, Yanieta berharap pesan yang disampaikan melalui film dapat terus melekat setelah kegiatan berakhir. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi bagian dari proses pembentukan karakter anak dalam kehidupan sehari-hari.
“Mudah-mudahan setelah menonton film ini, mereka tumbuh menjadi anak-anak yang memiliki karakter baik, ikhlas, dan berakhlak mulia,” katanya.
Sementara itu, Produser Anak-anak Bambu Elma Theana mengatakan film tersebut dibuat dengan semangat berbagi kebaikan. Kehadiran anak-anak dalam kegiatan nonton bersama menjadi kesempatan untuk berbagi kebahagiaan sekaligus menghadirkan pengalaman yang berkesan.
“Saya ingin berbagi kebaikan, bagaimana kita nonton sambil memberikan kebahagiaan untuk anak-anak yatim,” ujarnya.
Elma menjelaskan, Anak-anak Bambu mengangkat cerita yang dekat dengan kehidupan anak dan membawa pesan mengenai kasih sayang, kepedulian, kebersamaan, serta perhatian terhadap mereka yang membutuhkan.
Menurutnya, film memiliki peran lebih luas daripada sekadar hiburan. Cerita yang disajikan dapat menjadi sarana untuk mengenalkan nilai moral sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial sejak usia dini.
Elma pun mengapresiasi dukungan dan antusiasme masyarakat di Kota Pontianak terhadap kegiatan tersebut. Ia berharap pengalaman yang diperoleh anak-anak dapat menjadi kenangan positif sekaligus membawa pesan kebaikan dalam kehidupan mereka.
“Luar biasa support-nya. Terima kasih banyak untuk semuanya,” pungkasnya.










