Trigger Netmedia
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan
No Result
View All Result
Trigger Netmedia
No Result
View All Result
Home Nasional

Pemerintah Diminta Evaluasi Fenomena Sekolah Kekurangan Murid

Ketua DPR RI Puan Maharani: Perlu pemetaan yang komprehensif agar kebijakan yang diambil sesuai dengan kondisi masing-masing wilayah

TriggerNetMedia by TriggerNetMedia
15 Juli 2026
in Headline, Nasional, News, Parlementaria, Pendidikan, Sorotan
0
Pemerintah Diminta Evaluasi Fenomena Sekolah Kekurangan Murid

Ketua DPR RI Puan Maharani

0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

triggernetmedia.com – Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah segera mengevaluasi sekaligus menata ulang layanan pendidikan menyusul munculnya fenomena sekolah yang kekurangan murid di sejumlah daerah. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut harus diawali dengan pemetaan yang komprehensif agar kebijakan yang diambil sesuai dengan kondisi masing-masing wilayah.

Puan mengatakan pemerintah melalui kementerian terkait perlu memastikan terlebih dahulu apakah penurunan jumlah peserta didik merupakan fenomena yang terjadi secara nasional atau hanya dialami daerah-daerah tertentu.

“Apakah memang ini merupakan gejala umum yang terjadi secara nasional, atau memang hanya berupa kasuistik di beberapa daerah. Mengidentifikasi masalah diperlukan agar penanganannya sesuai dengan apa yang terjadi,” kata Puan di Jakarta, Rabu.

Menurutnya, sekolah yang kekurangan murid tidak disebabkan oleh satu faktor semata. Kondisi tersebut dapat dipengaruhi oleh menurunnya jumlah anak usia sekolah, perpindahan penduduk, distribusi satuan pendidikan yang tidak lagi sesuai dengan perkembangan kawasan permukiman, hingga berkurangnya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas sekolah negeri.

Karena itu, Puan menilai pemerintah tidak bisa menerapkan kebijakan yang seragam di seluruh daerah. Setiap wilayah memiliki karakteristik dan tantangan yang berbeda sehingga membutuhkan solusi yang disesuaikan agar hak anak untuk memperoleh pendidikan tetap terjamin.

Sebagai langkah penanganan, Puan mendorong pemerintah segera menyusun peta nasional kebutuhan satuan pendidikan berbasis desa dan kecamatan. Peta tersebut diharapkan mengintegrasikan berbagai data penting, seperti jumlah anak usia sekolah, tren kelahiran, perkembangan kawasan permukiman, kapasitas sekolah, jarak tempuh, kondisi geografis, hingga proyeksi jumlah penduduk dalam 10 tahun mendatang.

Menurutnya, data tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan kebijakan terhadap setiap sekolah, apakah perlu direvitalisasi, dikembangkan menjadi sekolah rujukan, digabungkan dengan sekolah lain, atau tetap dipertahankan karena memiliki fungsi strategis bagi akses pendidikan masyarakat.

Puan juga mengingatkan agar upaya efisiensi yang dilakukan pemerintah tidak mengurangi hak anak untuk memperoleh pendidikan yang layak.

“Kebijakan efisiensi tidak boleh mengorbankan hak anak. Apabila penggabungan sekolah dinilai menjadi pilihan, pemerintah wajib lebih dahulu memastikan adanya transportasi sekolah yang aman,” tegasnya.

Fenomena minimnya peserta didik baru belakangan terjadi di sejumlah daerah. Di SD Negeri Purwoyoso 01 Kota Semarang, misalnya, sekolah hanya menerima tiga siswa baru pada tahun ajaran 2026/2027 meski tetap melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Sementara itu, di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, sekitar 60 sekolah masih mengalami kekurangan siswa baru hingga berakhirnya masa Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

Puan berharap pemerintah segera mengambil langkah berbasis data agar penataan layanan pendidikan dapat menjamin pemerataan akses sekaligus menjaga kualitas pendidikan di seluruh daerah.

About Author

TriggerNetMedia

See author's posts

Tags: Akses pendidikanDPR RIevaluasi pendidikanjumlah siswa menurunkebijakan pendidikankementerian pendidikanMPLS 2026Pemerataan pendidikanpemetaan satuan pendidikanpenataan sekolahPendidikan Indonesiapenggabungan sekolahpeserta didik baruPuan MaharaniRevitalisasi sekolahSD kekurangan muridsekolah kekurangan muridsekolah negerisekolah sepi peminatSPMB 2026
Previous Post

DPR RI Luncurkan SIMASLEG, Perkuat Transparansi dan Partisipasi Publik dalam Legislasi

Next Post

Bunda PAUD Pontianak Tinjau MPLS, Tekankan Sekolah Ramah Anak dan Bebas Perundungan

TriggerNetMedia

TriggerNetMedia

Next Post
Bunda PAUD Pontianak Tinjau MPLS, Tekankan Sekolah Ramah Anak dan Bebas Perundungan

Bunda PAUD Pontianak Tinjau MPLS, Tekankan Sekolah Ramah Anak dan Bebas Perundungan

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
AKI dan AKB Masih Tinggi, Indonesia Terpaut Jauh dari Target SDGs

AKI dan AKB Masih Tinggi, Indonesia Terpaut Jauh dari Target SDGs

16 Juli 2025
Jabat Dewan Syuro, Anggota Komisi Fatwa MUI Berperan Beri Masukan dan Nasihat ke JI

Jabat Dewan Syuro, Anggota Komisi Fatwa MUI Berperan Beri Masukan dan Nasihat ke JI

17 November 2021
Kronologi Polemik Ijazah Jokowi: Dari Gugatan Hukum hingga Drama Politik

Kronologi Polemik Ijazah Jokowi: Dari Gugatan Hukum hingga Drama Politik

18 Juli 2025
Status PPPK Paruh Waktu Dihapus, Revisi UU ASN Kembalikan Struktur Dua Pilar

Status PPPK Paruh Waktu Dihapus, Revisi UU ASN Kembalikan Struktur Dua Pilar

26 November 2025
Bandara Rahadi Oesman Ketapang Hentikan Sementara Layanan Penerbangan Komersial

Bandara Rahadi Oesman Ketapang Hentikan Sementara Layanan Penerbangan Komersial

0
2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

0
14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

0
Prabowo Resmikan Kantor DPD Gerindra di Banten

Prabowo Resmikan Kantor DPD Gerindra di Banten

0
Mitsubishi Chemical Perkuat Ekspansi APAC, Peluang Investasi di Indonesia Masih Dikaji

Mitsubishi Chemical Perkuat Ekspansi APAC, Peluang Investasi di Indonesia Masih Dikaji

31 Agustus 2026
BOLDe Pilih Indonesia Jadi Manufacturing Hub, Produk Lokal Dibidik Tembus Pasar Global

BOLDe Pilih Indonesia Jadi Manufacturing Hub, Produk Lokal Dibidik Tembus Pasar Global

31 Agustus 2026
GP Ansor Perketat Pengamanan Muktamar NU ke-35 di Tengah Dinamika Persidangan

GP Ansor Perketat Pengamanan Muktamar NU ke-35 di Tengah Dinamika Persidangan

31 Agustus 2026
Muktamar NU Memanas, Polemik Masa Jeda Pejabat Politik Picu Kericuhan

Muktamar NU Memanas, Polemik Masa Jeda Pejabat Politik Picu Kericuhan

31 Agustus 2026

Recent News

Mitsubishi Chemical Perkuat Ekspansi APAC, Peluang Investasi di Indonesia Masih Dikaji

Mitsubishi Chemical Perkuat Ekspansi APAC, Peluang Investasi di Indonesia Masih Dikaji

31 Agustus 2026
BOLDe Pilih Indonesia Jadi Manufacturing Hub, Produk Lokal Dibidik Tembus Pasar Global

BOLDe Pilih Indonesia Jadi Manufacturing Hub, Produk Lokal Dibidik Tembus Pasar Global

31 Agustus 2026
GP Ansor Perketat Pengamanan Muktamar NU ke-35 di Tengah Dinamika Persidangan

GP Ansor Perketat Pengamanan Muktamar NU ke-35 di Tengah Dinamika Persidangan

31 Agustus 2026
Muktamar NU Memanas, Polemik Masa Jeda Pejabat Politik Picu Kericuhan

Muktamar NU Memanas, Polemik Masa Jeda Pejabat Politik Picu Kericuhan

31 Agustus 2026
  • Kode Etik
  • Kode Prilaku Perusahaan Pers
  • Tentang Kami
  • Redaksi

© 2026 triggernetmedia development

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan

© 2026 triggernetmedia development