triggernetmedia.com – Mitsubishi Chemical Group kembali mendorong pengembangan bisnis di kawasan Asia-Pasifik (APAC). Indonesia menjadi salah satu negara yang terus dikaji perusahaan seiring besarnya potensi pertumbuhan kawasan tersebut.
Regional Head Mitsubishi Chemical Group Asia-Pacific Michio Kaharu mengatakan pihaknya belum menetapkan besaran investasi khusus untuk Indonesia. Setiap keputusan investasi akan dilakukan berdasarkan evaluasi terhadap portofolio dan peluang bisnis yang tersedia.
“Sejujurnya, kami tidak memiliki angka spesifik untuk investasi di Indonesia. Mitsubishi Chemical secara keseluruhan selalu meneliti kemungkinan bagaimana mengembangkan bisnis berdasarkan portofolio bisnis kami,” ujar Michio di Jakarta, Minggu (30/8/2026).
Ia menjelaskan, Mitsubishi Chemical pada tahun lalu lebih banyak melakukan restrukturisasi untuk memperbaiki dan menata sejumlah lini bisnis. Salah satunya berkaitan dengan bisnis bahan bakar dan komoditas.
Setelah proses restrukturisasi tersebut, perusahaan kini mulai meningkatkan aktivitas pengembangan bisnis. Mitsubishi Chemical membuka peluang untuk mengembangkan usaha di berbagai wilayah dengan mempertimbangkan potensi pasar dan kebutuhan industri.
“Dari tahun lalu, Mitsubishi Chemical menjadi lebih agresif dalam membangun bisnis. Kami sedang meneliti berbagai kemungkinan,” katanya.
Menurut Michio, Asia-Pasifik menjadi kawasan yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan paling menjanjikan. Kondisi tersebut berbeda dengan sejumlah wilayah lain yang menghadapi tantangan ekonomi dan demografi.
Eropa dinilai memiliki laju pertumbuhan yang relatif lambat. Sementara Jepang menghadapi persoalan penurunan populasi dan China masih berhadapan dengan tantangan ekonomi.
“Kami dan semua orang di kawasan APAC percaya bahwa kawasan APAC akan terus berkembang,” ujarnya.
Geopolitik Jadi Pertimbangan
Di tengah peluang ekspansi tersebut, Mitsubishi Chemical tetap memperhitungkan perkembangan geopolitik global. Konflik di kawasan Timur Tengah dan ketidakpastian situasi internasional membuat perusahaan harus lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan.
Michio mengatakan faktor geopolitik menjadi salah satu pertimbangan ketika perusahaan mengevaluasi rencana pengembangan bisnis maupun investasi.
“Kondisinya saat ini agak tidak tentu karena konflik di kawasan. Menurut situasi sekarang, kami harus berhati-hati dalam membuat keputusan,” tuturnya.
Meski demikian, Mitsubishi Chemical tetap melihat prospek positif terhadap pertumbuhan bisnis di Asia-Pasifik. Perusahaan akan terus memantau perkembangan pasar dan mencari peluang yang sesuai dengan strategi bisnisnya.
“Saya percaya bisnis kami di kawasan APAC akan terus berkembang,” pungkas Michio.










