triggernetmedia.com – Hipertensi atau tekanan darah tinggi kerap tidak menimbulkan gejala sehingga dikenal sebagai silent killer atau “pembunuh diam-diam”. Banyak penderita baru mengetahui dirinya mengalami hipertensi setelah muncul komplikasi serius, seperti stroke, serangan jantung, gagal ginjal, maupun gangguan penglihatan.
Apoteker Ike Fitria Ningrum, S.Farm mengingatkan bahwa salah satu cara mengendalikan hipertensi adalah mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter. Namun, penggunaan obat antihipertensi tidak boleh dilakukan secara sembarangan karena dapat memengaruhi efektivitas pengobatan maupun keselamatan pasien.
“Pahami terlebih dahulu informasi penting sebelum mengonsumsi obat hipertensi agar pengobatan berlangsung aman dan efektif. Informasi yang benar akan membantu pasien menggunakan obat secara tepat, menghindari efek yang tidak diinginkan, serta memberikan hasil terapi yang optimal,” ujar Ike saat memberikan edukasi, Rabu (15/7/2026).
Ia mengimbau masyarakat untuk memastikan kondisi obat masih layak digunakan sebelum dikonsumsi. Kemasan harus dalam keadaan utuh, tidak sobek, bocor, atau rusak. Untuk obat berbentuk tablet, pastikan tidak retak, hancur, berubah warna, maupun berjamur. Sementara itu, kapsul tidak boleh lengket atau terbuka.
Selain itu, pasien juga perlu selalu memeriksa tanggal kedaluwarsa, terutama untuk obat yang telah lama disimpan di rumah. Obat yang sudah melewati masa kedaluwarsa berpotensi kehilangan efektivitas bahkan dapat membahayakan kesehatan.
Ike juga menegaskan agar masyarakat tidak menggunakan obat hipertensi milik orang lain meskipun memiliki keluhan yang serupa. Menurutnya, setiap pasien memiliki kondisi kesehatan, tingkat tekanan darah, usia, penyakit penyerta, serta kebutuhan terapi yang berbeda.
“Perhatikan juga efek samping yang mungkin muncul. Setiap obat memiliki potensi menimbulkan efek samping, meskipun tidak semua orang akan mengalaminya,” katanya.
Ia mengingatkan agar obat diminum sesuai dosis, jadwal, dan aturan yang diberikan tenaga medis. Pasien tidak dianjurkan menambah atau mengurangi dosis, maupun menghentikan pengobatan tanpa berkonsultasi dengan dokter, meskipun tekanan darah sudah kembali normal.
Selain cara penggunaan, penyimpanan obat juga perlu diperhatikan. Sebagian besar obat hipertensi sebaiknya disimpan pada suhu ruangan, di tempat yang kering, terhindar dari paparan sinar matahari langsung, serta jauh dari jangkauan anak-anak.
Untuk memperoleh hasil pengobatan yang optimal, Ike juga mendorong penderita hipertensi menerapkan pola hidup sehat, seperti membatasi konsumsi garam, memperbanyak sayur dan buah, rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, berhenti merokok, membatasi konsumsi alkohol, mengelola stres, serta memeriksakan tekanan darah secara berkala. Dengan kombinasi pengobatan yang tepat dan gaya hidup sehat, risiko komplikasi akibat hipertensi dapat ditekan.











