triggernetmedia.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada semester I 2026 mencapai Rp196,5 triliun atau 0,76 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Pemerintah memastikan defisit tersebut masih berada di bawah batas maksimal 3 persen sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.
Purbaya menyampaikan hal itu dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (7/7/2026).
“Defisit APBN semester satu tercatat sebesar Rp196,5 triliun atau 0,76 persen terhadap PDB,” kata Purbaya.
Menurut dia, posisi fiskal Indonesia masih terjaga meski APBN mengalami defisit. Ia menyinggung kondisi pada triwulan I 2026 ketika defisit tercatat sebesar 0,9 persen terhadap PDB yang sempat memicu kekhawatiran sejumlah pengamat ekonomi.
“Jadi kalau kita lihat dulu waktu kami memublikasikan angka triwulan pertama, keluarnya itu 0,9 persen. Semua pengamat panik dan mereka bilang kalau dikali empat jadi 3,6 persen,” ujarnya.
Purbaya menilai pendekatan tersebut tidak mencerminkan kondisi APBN secara keseluruhan. Meski mengakui defisit masih berpotensi bertambah seiring peningkatan belanja pemerintah pada semester II, ia memastikan defisit tetap akan dijaga di bawah 3 persen.
“Tapi kita pastikan bahwa anggaran kita tetap terkendali dan defisit akan di bawah 3 persen,” katanya.
Pada semester I 2026, realisasi pendapatan negara mencapai Rp1.459 triliun atau 46,3 persen dari target APBN 2026, meningkat 21,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pendapatan tersebut terdiri atas penerimaan perpajakan sebesar Rp1.187,8 triliun, yang meliputi penerimaan pajak Rp1.035,7 triliun dan kepabeanan serta cukai Rp152 triliun. Selain itu, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) tercatat Rp271 triliun, sedangkan penerimaan hibah mencapai Rp700 miliar.
Sementara itu, belanja negara terealisasi sebesar Rp1.656 triliun atau 43,1 persen dari target APBN 2026, naik 17,8 persen secara tahunan. Belanja tersebut terdiri atas belanja pemerintah pusat Rp1.298,6 triliun dan transfer ke daerah Rp357,4 triliun.
Meski APBN mengalami defisit, keseimbangan primer masih mencatat surplus sebesar Rp85,1 triliun. Adapun realisasi pembiayaan anggaran mencapai Rp452 triliun atau 65,6 persen dari target APBN 2026.










