triggernetmedia.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan komitmennya melanjutkan reformasi dan pembenahan struktural pasar modal menjelang peninjauan berkala (Market Classification Review) oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada November 2026.
Langkah tersebut dilakukan setelah MSCI dalam laporan 2026 Market Classification Review yang dirilis pada 23 Juni 2026 memutuskan mempertahankan Indonesia dalam kelompok Emerging Market. Namun, MSCI juga menyatakan akan terus mengevaluasi perkembangan pasar modal Indonesia dan membuka kemungkinan mengambil langkah lanjutan apabila perbaikan yang dilakukan dinilai belum memadai.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI Jeffrey Hendrik mengatakan BEI terus menjalin komunikasi intensif dengan MSCI. Menurut dia, lembaga penyedia indeks global itu menilai arah kebijakan yang ditempuh Indonesia sudah berada di jalur yang tepat.
“Kalau kita membaca pengumuman MSCI terakhir, yang ditunggu adalah konsistensi. Dari apa yang sudah dilakukan, MSCI sudah memberikan apresiasi bahwa kebijakan itu sudah in the right direction. Yang ditunggu adalah konsistensi. Itu yang akan terus kita lakukan,” kata Jeffrey di Gedung BEI, Jakarta, Senin (29/6/2026).
Jeffrey menjelaskan, BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat kualitas dan kredibilitas pasar modal melalui sejumlah kebijakan, termasuk memastikan kepatuhan emiten terhadap ketentuan kepemilikan saham publik (free float) minimal 15 persen.
Selain itu, BEI akan meningkatkan transparansi data kepemilikan saham serta memperketat pengawasan terhadap emiten yang memiliki potensi konsentrasi kepemilikan saham.
“Transparansi data akan terus kami sampaikan kepada publik. Kami juga akan konsisten mengawal terpenuhinya free float dan melakukan screening terhadap saham-saham yang memiliki potensi kepemilikan terkonsentrasi,” ujarnya.
Menurut Jeffrey, komunikasi dengan lembaga penyedia indeks global dilakukan secara rutin, tidak hanya dengan MSCI, tetapi juga bersama FTSE Russell. Langkah tersebut bertujuan memastikan berbagai pembaruan regulasi dan reformasi pasar modal Indonesia dapat dipahami oleh investor internasional.
“Kalau diskusi dengan MSCI maupun FTSE, itu rutin kami lakukan,” katanya.

