triggernetmedia.com – Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menyatakan program tiga juta rumah merupakan wujud kepedulian Presiden Prabowo Subianto terhadap masyarakat berpenghasilan rendah.
“Nah, untuk melakukan percepatan agar siap memiliki rumah atau rumah yang layak maka Kementerian PKP sudah banyak sekali membuat terobosan-terobosan di antaranya dengan bagaimana membuat harga rumah ini lebih murah,” ujar Tito dalam acara Kolaborasi Pembiayaan Perumahan di Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (5/5/2026).
Ia menjelaskan, pemerintah menyiapkan berbagai skema untuk menekan harga rumah, termasuk menggandeng perbankan dalam pembiayaan perumahan. Selain itu, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) juga berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Pemerintah juga menetapkan kebijakan pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
“Tujuannya apa? Supaya murah. Harganya murah setelah itu kredit diberikan juga murah juga oleh perbankan. Sehingga developer berlomba-lomba akan membangun rumah, kira-kira seperti itu konsepnya,” kata Tito.
Ia menambahkan, pemerintah daerah perlu mendukung program tersebut melalui penerbitan peraturan kepala daerah serta mempercepat pelayanan perizinan melalui Mal Pelayanan Publik (MPP).
“Maka saya meminta semua daerah bersama dengan layanan publik lainnya itu membangun Mal Pelayanan Publik. Jadi di dalam satu gedung itu ada one roof system, satu atap semua perizinan,” ujarnya.
Khusus di Kalimantan Timur, Tito meminta pemerintah daerah memperluas pembangunan MPP serta meningkatkan sosialisasi program perumahan agar lebih banyak masyarakat yang dapat mengaksesnya.




