triggernetmedia.com – Memasuki usia dua dekade, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) PKK Kota Pontianak terus berkomitmen membuka akses pendidikan bagi anak-anak, terutama mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Komitmen tersebut kembali ditegaskan dalam peringatan Milad ke-20 PAUD PKK Kota Pontianak yang digelar di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Pontianak, Kamis (13/8/2026).
Bunda PAUD Kota Pontianak sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie, mengatakan perjalanan selama 20 tahun menjadi bukti bahwa PAUD PKK tetap dibutuhkan sebagai salah satu upaya memberikan kesempatan pendidikan yang setara bagi anak-anak.
“20 tahun bukanlah perjalanan yang singkat. PAUD PKK ini berdiri pada tahun 2006 dan sejak awal memiliki cita-cita memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk memperoleh pendidikan,” ujarnya.
PAUD PKK Kota Pontianak pertama kali berdiri pada 2006, saat Buchary Abdurrachman menjabat sebagai Wali Kota Pontianak. Program tersebut digagas oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kota Pontianak saat itu, Sri Astuti Buchary Abdurrachman.
Sejak awal, pendirian PAUD PKK dilandasi kepedulian terhadap anak-anak dari berbagai latar belakang. Setiap anak dinilai memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan sekaligus kesempatan tumbuh dan berkembang secara optimal.
Salah satu PAUD PKK yang pertama kali diresmikan berada di Kelurahan Batu Layang. Dalam perjalanannya, program tersebut terus berkembang hingga kini memiliki 30 lembaga yang tersebar di enam kecamatan di Kota Pontianak.
Puluhan lembaga tersebut turut didukung para tutor yang secara langsung mendampingi proses pembelajaran dan perkembangan anak usia dini.
Tetap Fokus pada Keluarga yang Membutuhkan
Yanieta menegaskan, keberadaan PAUD PKK memiliki sasaran yang berbeda dengan PAUD mandiri. Karena itu, proses penerimaan peserta didik harus dilakukan secara selektif agar program benar-benar dinikmati keluarga yang membutuhkan.
“Kami tidak menerima semua. Ada persyaratannya, salah satunya surat keterangan tidak mampu dari lurah,” jelasnya.
Menurut Yanieta, verifikasi calon peserta didik menjadi bagian penting untuk memastikan bantuan dan fasilitas pendidikan diberikan kepada kelompok masyarakat yang tepat.
Ia pun mengajak lurah, Pokja Bunda PAUD, Tim Penggerak PKK, serta pihak terkait untuk bersama-sama melakukan verifikasi terhadap calon peserta didik.
“Mari kita sama-sama melakukan verifikasi terhadap anak-anak yang ingin masuk PAUD PKK, karena PAUD mandiri juga masih membutuhkan murid,” katanya.
Langkah tersebut dinilai penting agar keberadaan PAUD PKK tidak hanya mempertahankan jumlah lembaga, tetapi benar-benar menjalankan fungsi sosialnya dalam memperluas kesempatan pendidikan.
Perkuat Kolaborasi
Memasuki usia 20 tahun, Yanieta berharap sinergi antara pemerintah, Bunda PAUD, kecamatan, kelurahan, Tim Penggerak PKK, tutor, dan orang tua semakin kuat.
Kolaborasi tersebut dibutuhkan untuk memastikan anak-anak memperoleh fondasi pendidikan yang baik sejak usia dini. Di sisi lain, PAUD PKK juga diharapkan tetap menjadi ruang pendidikan yang mampu menjangkau keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi.
Peringatan dua dekade PAUD PKK Kota Pontianak akhirnya tidak sekadar menjadi perayaan perjalanan sebuah lembaga pendidikan. Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa pemerataan akses pendidikan harus terus diperjuangkan, terutama bagi anak-anak yang membutuhkan dukungan lebih besar untuk mendapatkan kesempatan belajar.










