triggernetmedia.com – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menekankan pentingnya peningkatan kinerja aparatur sipil negara (ASN) usai libur Idulfitri 1447 Hijriah. Hal itu disampaikannya setelah memimpin apel perdana dan halal bihalal bersama jajaran Pemerintah Kota Pontianak di halaman Kantor Wali Kota, Rabu (25/3/2026).
Edi mengatakan, momentum pasca-libur Idulfitri harus dimanfaatkan untuk membangun kembali semangat kerja aparatur. ASN sebagai pelayan masyarakat dituntut bekerja lebih baik, cepat, dan responsif terhadap kebutuhan publik.
Ia menegaskan, setiap keputusan yang diambil ASN, baik secara administratif maupun di lapangan, memiliki dampak terhadap kemajuan daerah. Oleh karena itu, ia meminta seluruh jajaran mengedepankan integritas, disiplin, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Menurut Edi, tantangan yang dihadapi pemerintah daerah kian kompleks. Selain meningkatnya tuntutan masyarakat, dinamika global dan faktor lingkungan turut memengaruhi kondisi daerah.
Ia mencontohkan, fenomena cuaca dalam beberapa pekan terakhir yang ditandai minimnya curah hujan berpotensi memperpanjang musim kemarau. Kondisi ini dikhawatirkan berdampak pada peningkatan kadar garam di Sungai Kapuas akibat intrusi air laut, terganggunya produksi air bersih, serta meningkatnya risiko kebakaran lahan.
Selain faktor lingkungan, Edi juga menyoroti tekanan inflasi dan dampaknya terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat. Ia meminta ASN lebih peka dalam membaca situasi serta mampu melakukan langkah mitigasi terhadap berbagai potensi permasalahan, termasuk antrean bahan bakar minyak (BBM) yang sempat terjadi.
Terkait disiplin pegawai, ia menegaskan bahwa pemerintah telah memiliki mekanisme penegakan aturan sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Penerapan sanksi dilakukan secara bertahap, mulai dari teguran hingga hukuman yang lebih berat, dengan tetap mempertimbangkan kondisi di lapangan.
Sementara itu, Pemerintah Kota Pontianak belum akan menerapkan sistem kerja empat hari atau work from anywhere. Menurut Edi, sistem kerja langsung masih dinilai lebih efektif mengingat wilayah kota yang tidak terlalu luas dan mayoritas ASN berdomisili di Pontianak.
Hal serupa juga berlaku pada kebijakan pembelajaran daring yang belum menjadi prioritas. Pembelajaran tatap muka dinilai lebih efektif dan tidak ada kewajiban untuk menerapkan sistem daring setelah masa libur berakhir.
Pemerintah Kota Pontianak berharap momentum pasca-Idulfitri dapat menjadi titik awal peningkatan kinerja ASN dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

