triggernetmedia.com – Menteri Koperasi dan UKM Ferry Juliantono meminta peritel modern menghentikan penambahan gerai baru di wilayah pedesaan. Permintaan itu ditujukan kepada pengelola Alfamart dan Indomaret, yakni PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk dan PT Indoritel Makmur Internasional Tbk.
Menurut Ferry, keberadaan ritel modern di desa berpotensi menarik perputaran uang masyarakat ke kota. Karena itu, ia mendorong koperasi desa mengambil peran sebagai penyedia kebutuhan pokok warga.
“Saya meminta agar penambahan ritel modern di desa dihentikan. Biarkan koperasi desa yang melayani kebutuhan masyarakat setempat,” kata Ferry dalam diskusi daring, Jumat (20/2/2026).
Ferry menilai, apabila usaha perdagangan dikelola koperasi, maka sisa hasil usaha akan kembali kepada anggota koperasi yang merupakan warga desa. Hal ini berbeda dengan ritel modern yang keuntungannya lebih banyak dinikmati pemegang saham.
Meski demikian, Ferry menegaskan pemerintah tetap membuka ruang kerja sama. Produk yang belum dapat diproduksi koperasi masih bisa dipasok oleh ritel modern. Pemerintah juga mendorong UMKM desa memproduksi kebutuhan harian seperti sabun, deterjen, dan bahan pangan olahan.
Sebagai langkah konkret, pemerintah mempercepat pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Sekitar 60.000 unit koperasi akan dibangun dengan desain seragam, sementara 20.000 unit lainnya disesuaikan dengan kondisi geografis. Pemerintah menargetkan koperasi tersebut mulai beroperasi pada Maret hingga April 2026.




