triggernetmedia.com – Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, dr. Harisson, M.Kes., menilai penguatan karakter generasi muda menjadi faktor kunci dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Hal itu disampaikannya dalam Dialog Penguatan Internal Polri di Wilayah Hukum Polda Kalimantan Barat Tahun 2026 di Pontianak, Selasa (10/2/2026).
Harisson mengatakan bonus demografi yang tengah dialami Indonesia dapat menjadi peluang besar sekaligus tantangan. Tanpa peningkatan kualitas pendidikan, keterampilan, dan karakter, bonus tersebut berpotensi menjadi beban pembangunan.
“Generasi Emas harus memiliki kemampuan teknologi, daya pikir kritis, kepemimpinan visioner, kemampuan beradaptasi, serta komitmen kebangsaan yang kokoh,” kata Harisson.
Ia mendorong generasi muda untuk aktif dalam kegiatan positif, termasuk organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan, serta menjauhi perilaku yang tidak produktif. Harisson juga menekankan perlunya kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan masyarakat dalam membangun kesadaran kebangsaan.
Menurut Harisson, Kalimantan Barat memiliki potensi besar di sektor perkebunan, pertanian, kelautan, pariwisata, dan pertambangan. Jika dikelola oleh sumber daya manusia yang berkualitas dan berkarakter, daerah ini dapat berkontribusi signifikan terhadap pembangunan nasional.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, kata dia, telah mengambil langkah konkret dengan membangun Sekolah Rakyat yang dibiayai penuh oleh pemerintah untuk keluarga kurang mampu serta Sekolah Unggul Garuda di Kabupaten Mempawah.
Harisson menegaskan, derasnya arus globalisasi harus diimbangi dengan penguatan identitas bangsa melalui nilai agama, Pancasila, dan kecintaan terhadap budaya nasional.



