triggernetmedia.com – BPJS Kesehatan memiliki tiga sumber utama untuk membiayai program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang melayani jutaan peserta setiap hari. Tantangan terbesar yang dihadapi adalah mismatch, yaitu kondisi di mana biaya klaim rumah sakit dan operasional lebih besar daripada iuran yang terkumpul.
Pertama, iuran peserta menjadi tulang punggung utama. Iuran ini berasal dari Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU), Pekerja Penerima Upah (PPU), dan Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dibayarkan pemerintah.
Kedua, BPJS Kesehatan mengelola Dana Jaminan Sosial (DJS) melalui investasi yang aman dan menguntungkan. Pendapatan dari investasi ini digunakan untuk menutupi kekurangan biaya, meski tidak seluruhnya.
Ketiga, pemerintah memberikan suntikan dana dari APBN untuk memastikan program JKN tetap berjalan, terutama ketika iuran peserta dan hasil investasi belum cukup.
Dengan kombinasi iuran peserta, pengelolaan investasi yang cermat, dan dukungan APBN, BPJS Kesehatan diharapkan mampu menjaga keberlanjutan sistem jaminan kesehatan nasional. Peserta diimbau membayar iuran tepat waktu untuk menjaga kelangsungan sistem gotong royong ini.




