triggernetmedia.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai laju inflasi tahunan pada Januari 2026 yang mencapai 3,55 persen masih berada dalam kondisi terkendali. Kenaikan tersebut, menurutnya, terutama dipengaruhi oleh tidak adanya kebijakan diskon tarif listrik seperti yang diberlakukan pada awal 2025.
“Tahun lalu pemerintah memberikan diskon listrik 50 persen kepada sekitar 90 juta keluarga. Tahun ini kebijakan tersebut tidak ada, sehingga terjadi perbedaan karakter pergerakan harga,” ujar Airlangga di sela Indonesia Economic Summit (IES) di Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Alih-alih melanjutkan subsidi listrik secara luas, pemerintah memilih mengalihkan stimulus ke sektor lain yang dinilai lebih efektif mendorong aktivitas ekonomi, khususnya pada Kuartal I-2026. Menurut Airlangga, kuartal pertama menjadi periode krusial untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun.
“Target kita adalah menggerakkan ekonomi lebih tinggi karena Kuartal I sangat menentukan,” kata dia.
Sebagai kompensasi atas tidak adanya diskon listrik, pemerintah menyiapkan berbagai insentif di sektor transportasi. Di antaranya, diskon tiket pesawat kelas ekonomi hingga 16 persen melalui skema PPN ditanggung pemerintah (DTP), pemotongan airport tax (PJP2U) sebesar 50 persen, serta diskon harga avtur.
Selain itu, pemerintah juga memberikan potongan harga tiket kereta api dan transportasi laut hingga 30 persen, serta diskon tarif jalan tol sebesar 20 persen. Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong sektor pariwisata dan kelancaran distribusi logistik di awal tahun.




