triggernetmedia.com – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) akan menggelar aksi nasional di depan Istana Negara pada Rabu (28/1/2026). Aksi tersebut dipicu oleh polemik kebijakan upah di DKI Jakarta dan Jawa Barat serta ancaman pemutusan hubungan kerja terhadap sekitar 2.500 buruh PT Pakerin di Mojokerto, Jawa Timur.
Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan massa buruh dari tiga provinsi akan berkumpul di Patung Kuda sebelum bergerak menuju Istana Negara. Selain itu, aksi juga akan digelar di kantor YouTube Indonesia dan Kementerian Komunikasi dan Digital sebagai protes atas pemblokiran kanal YouTube Partai Buruh dan FSPMI.
“Ada tiga isu besar yang menjadi pemicu aksi nasional ini,” kata Said, Senin (26/1/2026).
Menurut Said, persoalan pertama adalah penetapan UMP DKI Jakarta 2026 sebesar Rp 5,73 juta yang dinilai lebih rendah dibandingkan daerah penyangga seperti Bekasi dan Karawang, meski biaya hidup di Jakarta lebih tinggi. Ia juga mengkritik rekomendasi UMSP DKI yang disebut hanya mengacu pada kelompok industri tertentu.
Isu kedua berkaitan dengan perubahan UMSK di 19 kabupaten dan kota di Jawa Barat oleh gubernur. KSPI menilai perubahan tersebut melanggar ketentuan karena UMSK tidak dapat diubah oleh pemerintah provinsi.
Sementara itu, persoalan ketiga menyangkut konflik internal kepemilikan PT Pakerin Mojokerto yang menyebabkan dana operasional perusahaan tidak dapat digunakan. Akibatnya, pabrik berhenti beroperasi dan buruh belum menerima upah selama tiga bulan.
Said mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk turun tangan menyelesaikan persoalan tersebut agar perusahaan kembali beroperasi dan buruh tidak terkena PHK massal.
“Kalau dana operasional bisa digunakan dan pabrik hidup kembali, karyawan bisa bekerja dan upah dibayar,” ujarnya.











