triggernetmedia.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan ekonomi Indonesia masih relatif kuat di tengah perlambatan ekonomi global dan meningkatnya ketegangan geopolitik. Ia mengklaim risiko resesi Indonesia lebih rendah dibandingkan Amerika Serikat, China, dan Jepang.
Menurut Airlangga, penilaian tersebut mengacu pada data Bloomberg yang menunjukkan ketahanan ekonomi Indonesia lebih baik dibanding sejumlah negara besar. “Ekonomi Indonesia tetap resilien dengan tingkat risiko resesi relatif rendah,” kata Airlangga dalam keterangan tertulis, Minggu, 18 Januari 2026.
Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia selama tujuh tahun terakhir konsisten di kisaran 5 persen per tahun, dengan akumulasi pertumbuhan sekitar 35 persen. Inflasi Desember 2025 tercatat 2,92 persen, sementara indikator sektor riil masih ekspansif dengan PMI manufaktur sebesar 51,2 dan indeks kepercayaan konsumen di level 123,5.
Airlangga juga menyoroti kondisi eksternal yang masih solid, ditopang oleh surplus neraca perdagangan dan cadangan devisa sebesar 156,1 miliar dolar AS. Dari sisi pembiayaan, pertumbuhan kredit perbankan mendekati 8 persen dan investasi asing langsung terus meningkat.
Pemerintah, kata dia, menjaga defisit APBN 2025 di bawah 3 persen dan menyiapkan stimulus ekonomi senilai Rp110,7 triliun untuk menopang daya beli dan pertumbuhan ekonomi.
Untuk 2026, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,4 persen dengan fokus pada ketahanan pangan, energi, serta penguatan UMKM dan sektor padat karya. Selain itu, pemerintah juga mendorong pengembangan ekonomi digital kawasan melalui perluasan sistem pembayaran QRIS lintas negara dan kerja sama ASEAN.




