triggernetmedia.com – Kementerian Komunikasi dan Digital memanggil Meta Platforms untuk memberikan penjelasan terkait dugaan kebocoran data pengguna Instagram dan isu kerentanan fitur reset kata sandi. Pemerintah menyatakan investigasi masih berlangsung meskipun Meta mengklaim sistemnya aman.
Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi, Alexander Sabar, mengatakan Meta menyampaikan bahwa tidak ada akses terhadap kata sandi pengguna oleh pihak selain pemilik akun. Menurut perusahaan, fitur reset password tidak dapat dimanfaatkan untuk mengambil data akun.
“Meta menyampaikan tidak ditemukan indikasi penyalahgunaan fitur reset password oleh pihak eksternal,” kata Alexander, Sabtu (17/1/2026).
Namun Alexander menegaskan bahwa klarifikasi tersebut belum menjadi kesimpulan akhir. Pemerintah masih melakukan audit teknis untuk memastikan tidak ada celah keamanan dalam sistem Instagram.
Selain itu, Meta juga masih menyelidiki laporan dari pihak ketiga yang mengklaim adanya kebocoran data. Hingga kini, pemerintah belum menerima bukti bahwa data pengguna Indonesia telah tersebar ke publik.
Pemanggilan terhadap Meta, menurut Alexander, merupakan bagian dari kewajiban negara dalam menegakkan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik serta perlindungan data pribadi.
Di tengah proses investigasi, Kemkomdigi meminta masyarakat tetap waspada terhadap potensi penipuan digital, termasuk tautan mencurigakan yang mengatasnamakan Instagram. Pengguna juga disarankan mengaktifkan autentikasi dua faktor dan memantau aktivitas login akun secara berkala.




