triggernetmedia.com – Koalisi Masyarakat Sipil menilai Presiden Prabowo Subianto gagal memahami aspirasi rakyat yang disampaikan melalui aksi demonstrasi dalam beberapa pekan terakhir. Ketua YLBHI, Muhammad Isnur, menilai pernyataan Presiden tidak menyentuh akar persoalan kemiskinan, ketidakadilan, dan frustrasi sosial yang melatarbelakangi aksi massa.
“Pernyataan Presiden gagal menangkap aspirasi masyarakat. Yang disuarakan rakyat adalah penderitaan akibat kemiskinan ekstrem dan ketidakadilan yang meluas,” kata Isnur, Senin (1/9/2025).
Koalisi juga menyoroti sikap pemerintah yang dinilai mengabaikan kekerasan aparat saat membubarkan aksi. Mereka mendesak pembebasan seluruh demonstran yang ditangkap serta penuntasan proses hukum, tidak hanya pada pelaku lapangan tetapi juga pejabat kepolisian hingga level komando.
Desakan Reformasi
Menurut Isnur, diperlukan reformasi menyeluruh di tubuh kepolisian dan mekanisme pengamanan aksi agar hukum tidak lagi dipakai untuk menekan masyarakat sipil. Ia menilai gelombang unjuk rasa adalah akumulasi kemarahan publik akibat salah kelola anggaran, korupsi, serta pemborosan dana negara.
Pernyataan Prabowo
Sebelumnya, Presiden Prabowo dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Minggu (31/8/2025), menyebut adanya gejala tindakan di luar hukum dalam unjuk rasa, bahkan mengarah pada makar dan terorisme.
“Aspirasi murni harus dihormati. Namun tidak dapat dipungkiri adanya tindakan anarkis yang mengarah pada makar dan terorisme,” ujar Prabowo.
Ia memerintahkan Polri dan TNI untuk bertindak tegas terhadap perusakan fasilitas publik dan gangguan keamanan, meski tetap menjamin ruang demokrasi untuk penyampaian aspirasi secara damai.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo bersama jajaran elite politik, termasuk Megawati Soekarnoputri, Puan Maharani, Surya Paloh, Muhaimin Iskandar, hingga Bahlil Lahadalia, sebagai simbol konsolidasi menghadapi situasi politik terkini.




