triggernetmedia.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menegaskan komitmennya terhadap transparansi dan perencanaan pembangunan berbasis data. Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar, dr. Harisson, M.Kes., saat menghadiri penyampaian Berita Resmi Statistik (BRS) oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kalbar secara virtual dari Ruang Data Analisis Kantor Gubernur Kalbar.
“Angka-angka ini bukan sekadar statistik. Ini cermin kondisi riil masyarakat kita, yang harus jadi dasar dalam setiap kebijakan,” tegas Harisson.
Dalam paparannya, Kepala BPS Provinsi Kalbar, Muh Saichudin, S.Si., M.Si., menyampaikan bahwa inflasi tahunan Kalbar per Juli 2025 tercatat 2,14 persen, dengan inflasi bulanan 0,47 persen. Sektor makanan dan minuman menjadi penyumbang tertinggi, terutama komoditas seperti minyak goreng, bawang merah, dan berbagai jenis ikan.
Ia juga menjelaskan bahwa ekonomi Kalbar menunjukkan dinamika yang bervariasi. Beberapa sektor seperti pariwisata mengalami lonjakan, namun sektor ekspor masih menantang. Kesejahteraan petani juga mulai menunjukkan perbaikan melalui kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP), khususnya di subsektor tanaman pangan.
“Kami melihat peningkatan kinerja dari sektor pariwisata dan stabilisasi di beberapa sektor lain, walau tantangan ekspor masih membayangi,” ujar Saichudin.
Menanggapi data tersebut, Harisson menekankan pentingnya sinkronisasi data statistik dengan arah pembangunan daerah. Ia menyebutkan bahwa RPJPD dan RPJMD harus ditopang oleh data yang akurat dan terkini.
“Kita tidak bisa lagi merencanakan pembangunan hanya berdasarkan asumsi. Arah kebijakan ke depan harus jelas, berbasis data, dan menjawab kebutuhan masyarakat,” katanya.
Ia juga menegaskan peran strategis BPS sebagai lembaga penyedia data independen yang kredibel, baik secara nasional maupun internasional.
“BPS adalah mitra strategis. Data mereka bukan hanya dibaca, tapi harus dipahami, dianalisis, dan dijadikan acuan dalam pengambilan keputusan,” pungkas Harisson.
Sebagai penutup, ia meminta seluruh OPD agar aktif menelaah setiap rilis statistik dan menjadikannya landasan dalam penyusunan program kerja yang lebih tepat sasaran.




