triggernetmedia.com – Penjabat Gubernur Kalimantan Barat, Harisson, menekankan pentingnya pendidikan dan pengetahuan pola asuh anak dalam upaya percepatan penurunan angka stunting.
Dalam acara Rapat Koordinasi Monitoring Evaluasi dan FGD Percepatan Penurunan Stunting (PPS) Semester II di Hotel Harris Pontianak, Kamis (30/11), Harisson menggarisbawahi perlunya pengetahuan yang lebih baik mengenai asupan gizi anak, terutama pada kalangan ibu-ibu.
Menurut Harisson, rendahnya pengetahuan ibu-ibu tentang pola asuh anak masih menjadi salah satu faktor utama yang menghambat penurunan angka stunting di Kalimantan Barat.
“Kami mendorong petugas di tingkat Kabupaten/Kota, Pemerintah Kabupaten/Kota, Petugas Puskesmas, Petugas BKKBN, kader Posyandu untuk turun langsung ke Posyandu guna memberikan pemahaman kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan ibu yang memiliki anak Baduta maupun Balita tentang asupan gizi yang tepat untuk anak-anak mereka,” ungkap Harisson.
Lebih lanjut, Harisson menjelaskan prinsip utama dalam penurunan angka stunting, yakni pentingnya asupan protein baik dari sumber hewani maupun nabati seperti ikan, hati, tempe, dan tahu.
Dalam survei terbaru, angka stunting tertinggi tercatat di Kabupaten Melawi dengan 44,1 persen, sementara yang terendah terdapat di Kabupaten Sintang dengan 18,7 persen.
“Kurangnya pemahaman mengenai asupan gizi anak menjadi salah satu penyebab utama lambatnya penurunan angka stunting. Namun, melalui kerjasama antara pihak terkait, kami yakin percepatan penurunan stunting dapat tercapai,” tegas Harisson.
Sementara itu, Ketua Pembina Posyandu Provinsi Kalimantan Barat, Windy Prihastari, menambahkan bahwa pentingnya asupan gizi untuk anak Baduta maupun Balita, harus dipahami dengan baik oleh ibu-ibu.
“Proses memasak makanan terpisah antara makanan dewasa dan anak memudahkan pemberian asupan gizi yang tepat. Perubahan pola pikir serta informasi dan edukasi kepada ibu-ibu sangat diperlukan dalam mendukung pemberian MP ASI,” ungkap Prihastari.
Windy juga menyoroti pentingnya memberikan pengetahuan kepada remaja putri tentang kesehatan dan asupan gizi yang diperlukan saat hamil di masa depan.
“Persiapan sejak remaja untuk kesehatan saat hamil di masa mendatang sangat penting. Informasi-informasi ini harus terus disampaikan kepada mereka,” tambahnya.
Penjabat Gubernur Kalimantan Barat juga mendorong aktifitas Ketua PKK di seluruh Kabupaten/Kota untuk turun ke Posyandu guna memberikan bimbingan yang diperlukan.










