triggernetmedia.com – Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Saptiko, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 108 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Sebagai respons, pihak Dinas Kesehatan sedang memfokuskan upaya pada penanganan penyembuhan pasien DBD yang dirawat di rumah sakit.
Dalam upaya pencegahan penyebaran penyakit, Saptiko meminta setiap lurah dan camat untuk melakukan fogging di semua rumah masyarakat.
“Kalau masih ada satu rumah warga yang tidak ikut fogging, khawatirnya nyamuk ini akan bersembunyi di sana. Untuk efektivitas, harus semua rumah,” ungkap Saptiko usai Rapat Koordinasi membahas kasus DBD di Aula Rohana Muthalib Bappeda Kota Pontianak, Selasa (14/11).
Sementara itu, vaksin DBD telah tersedia di layanan kesehatan swasta. Meskipun vaksin hanya memberikan perlindungan selama dua tahun, Saptiko menilai penggunaannya dapat efektif dalam mencegah DBD di situasi saat ini.
Peningkatan jumlah kasus DBD di Kalimantan Barat, terutama di Kabupaten Kubu Raya, menjadi perhatian serius, dengan Kota Pontianak menyumbang jumlah kasus terkecil kedua setelah Kota Singkawang.
Menanggapi hal ini, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengimbau masyarakat untuk tidak panik asalkan tindakan yang disarankan oleh Pemerintah Kota Pontianak melalui Dinas Kesehatan telah diterapkan.
Edi menyatakan bahwa angka kasus DBD dapat ditekan hingga nol dengan upaya bersama, termasuk imbauan melalui Surat Imbauan, sosialisasi, dan gotong royong lingkungan yang telah dilakukan sejak bulan Mei.
Edi menjelaskan bahwa tren kasus DBD sudah menurun, dan di rumah sakit tidak terjadi penumpukan kasus. Perubahan cuaca dari kemarau menjadi hujan diyakini menjadi faktor masuknya nyamuk ke dalam rumah.
“Kendala yang dihadapi, saat melakukan fogging, masyarakat masih ada yang tidak bersedia,” ungkapnya usai memimpin langsung Rakor membahas kasus DBD bersama seluruh perangkat daerah.
Meski ada satu kasus kematian, Edi berharap dengan pencegahan yang dilakukan secara serentak, tidak akan ada lagi kasus DBD di masa mendatang.











