triggernetmedia.com – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengungkapkan data dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) yang menunjukkan lebih dari 53,4 persen penduduk Indonesia tinggal di perkotaan.
Dengan pertumbuhan penduduk yang signifikan, terutama di kota, kepadatan menjadi sebuah tantangan yang perlu diatasi melalui penataan ruang yang baik.
Pada konferensi setelah Sosialisasi Kebijakan dan Peraturan Izin Pemanfaatan Ruang tentang Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR), Edi menyoroti visi Pemerintah Kota Pontianak yang selalu memberikan perhatian ekstra terhadap lingkungan hidup dalam setiap proyek pembangunan, terutama infrastruktur.
Dia menekankan perlunya penataan ruang yang memberikan ruang sebanyak mungkin kepada warga kota tanpa menghambat perkembangan.
“Dengan pertumbuhan penduduk sekitar 1,7 persen per tahun, atau sekitar 11 ribu orang, Kota Pontianak perlu terus meningkatkan penataan ruangnya,” ungkap Edi, Selasa (14/11).
Edi menekankan bahwa Pemerintah Kota Pontianak fokus pada pembangunan infrastruktur yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat kota.
Meskipun luas wilayahnya relatif kecil, Pontianak tetap berkembang sebagai kota perdagangan dan jasa yang kuat, dengan Sungai Kapuas yang memikat wisatawan dan meningkatkan pendapatan daerah.
Dalam penataan ruang, manajemen lalu lintas menjadi aspek penting, terutama dengan peningkatan jumlah kendaraan roda dua dan empat.
Sebagai ibu kota provinsi Kalimantan Barat, Kota Pontianak menghadapi berbagai tantangan, dan penataan ruang menjadi fokus utama, terutama dalam memastikan kemudahan transportasi darat dan air.
Menyambut Hari Penataan Ruang (Hantaru) 2023, Edi mengajak semua pemangku kebijakan dan pelaku usaha untuk mendukung kebijakan pemerintah, terutama Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Pontianak Tahun 2013-2033.
“Tujuan akhirnya adalah untuk kebaikan bersama, agar masyarakat dapat menikmati kenyamanan hidup di Kota Pontianak. Tata ruang adalah kunci bagaimana kita bisa hidup layak huni,” tegasnya.
Edi menekankan bahwa kenyamanan hidup di Kota Pontianak harus dijaga, dengan pemandangan Sungai Kapuas dan kekayaan kuliner sebagai daya tarik utama bagi wisatawan.
Dia mencatat bahwa banyak warga dari luar daerah bahkan internasional yang memilih menetap di Kota Pontianak karena kenyamanan yang dihasilkan dari tata ruang yang baik.
“Kota adalah investasi jangka panjang. Oleh karena itu, diperlukan pembangunan yang berkelanjutan dan merata, sehingga seluruh masyarakat Pontianak dapat merasakan dampak positif dari tata ruang yang baik,” tutup Edi.



