triggernetmedia.com – Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional ke-59, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menggelar Program Bakti Sosial berupa sunatan massal untuk 100 anak dan pelayanan pengobatan gratis bagi masyarakat, Minggu (12/11).
Acara ini dilaksanakan di UPT. Puskesmas Alianyang dan dipimpin oleh Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat, Harisson, yang memberikan sambutan serta menyerahkan bingkisan secara simbolis kepada anak-anak yang akan disunat.
Dalam sambutannya, Harisson mengingatkan sejarah Hari Kesehatan Nasional yang dimulai pada tahun 1964 oleh Presiden Pertama Republik Indonesia, Soekarno, dengan pencanangan pembasmian malaria.
“Kota Pontianak ini sudah tidak ada lagi malaria, di daerah-daerah Kabupaten lain juga di Kalbar, sebenarnya sudah tidak ada lagi malaria, tetapi mereka belum bisa dinyatakan sebagai daerah eliminasi malaria ya, tapi memang sudah sedikit,” ungkapnya.
Harisson mengajak masyarakat Kalimantan Barat untuk bersama-sama berkontribusi dalam menjalankan program-program kesehatan, termasuk pencegahan penyakit yang berpotensi menyebabkan risiko kematian.
Ia menekankan pentingnya kerjasama antara Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kab/Kota, masyarakat, organisasi, media, dan perguruan tinggi.
Selain itu, Pj. Gubernur juga menyoroti peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kalimantan Barat. Ia mengingatkan bahwa pencegahan DBD tidak hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga melibatkan peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Mengutip teori H. L. Blum yang menyatakan bahwa 70 persen derajat kesehatan suatu masyarakat dipengaruhi oleh perilaku dan lingkungan,” tambahnya.
Terfokus pada kegiatan sunatan massal, Harisson menjelaskan bahwa sunat bukan hanya perintah agama semata, melainkan juga merupakan langkah kesehatan untuk mencegah risiko infeksi saluran kemih (ISK) dan penyakit lainnya.
Usai memberikan sambutan, Pj. Gubernur bersama dengan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Kalbar, Rifka, Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, Erna Yulianti, dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak meninjau langsung sunatan massal sebagai bagian dari kegiatan bakti sosial ini.



