triggernetmedia.com – Pemberantasan narkotika dinilai tidak cukup hanya mengandalkan penangkapan pengguna dan kurir. Pengungkapan jaringan bandar besar, penguatan upaya pencegahan, perlindungan pelapor, hingga rehabilitasi korban juga harus menjadi bagian dari strategi pemberantasan narkoba.
Pasalnya, peredaran narkotika masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat. Dampaknya tidak hanya merusak kesehatan, tetapi juga mengancam masa depan generasi muda serta kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Anggota Komisi III DPR RI Lola Nelria Oktavia menegaskan, pemberantasan narkoba harus dilakukan secara menyeluruh dengan menyasar aktor utama di balik jaringan peredaran, bukan sekadar pengguna maupun kurir di lapangan.
“Kita harus memastikan bahwa Aparat Penegak Hukum mampu mengungkap aktor utama di balik jaringan peredaran narkotika, termasuk bandar besar, pemasok, hingga pihak-pihak yang membiayai dan melindungi aktivitas tersebut,” ujar Lola saat dihubungi Parlementaria di Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Selain penegakan hukum, legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Barat XI itu menilai upaya pencegahan harus mendapat perhatian serius. Edukasi mengenai bahaya narkotika perlu diperkuat mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, perguruan tinggi, hingga masyarakat luas.
Menurutnya, peran orang tua dan institusi pendidikan sangat penting dalam membangun kesadaran serta membentengi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkoba.
“Kami di Komisi III juga mendorong agar koordinasi antara Aparat Penegak Hukum, BNN, Pemerintah Daerah, dan masyarakat semakin diperkuat. Generasi muda harus kita lindungi, jangan sampai mereka menjadi korban dari bisnis narkotika yang merusak masa depan dan kualitas sumber daya manusia Indonesia,” jelasnya.
Lola juga menyoroti perkembangan jaringan peredaran narkotika yang semakin terorganisasi dengan memanfaatkan teknologi serta jalur distribusi lintas wilayah. Kondisi tersebut, menurutnya, menuntut peningkatan kapasitas aparat penegak hukum secara merata, terutama di wilayah perbatasan, pesisir, pedesaan, dan daerah terpencil yang berpotensi menjadi jalur masuk maupun peredaran narkotika.
Ia menegaskan, kehadiran aparat penegak hukum harus menjangkau seluruh wilayah Indonesia agar tidak ada celah bagi jaringan narkotika untuk menjalankan aktivitasnya.
“Negara tidak boleh kalah oleh jaringan narkoba, kehadiran aparat harus dirasakan secara merata agar tidak ada wilayah yang menjadi ruang bebas bagi para pelaku kejahatan narkotika,” tegas Lola.











