Trigger Netmedia
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan
No Result
View All Result
Trigger Netmedia
No Result
View All Result
Home Nasional

CELIOS Kritik Arah Investasi Indonesia, Pengangguran Anak Muda Jadi Sorotan

Pengangguran anak muda dan tekanan terhadap UMKM menjadi tantangan ketenagakerjaan Indonesia

TriggerNetMedia by TriggerNetMedia
13 Oktober 2026
in Ekonomi, Headline, Kesra, Nasional, News, Sorotan, Sospolhukam
0
CELIOS Kritik Arah Investasi Indonesia, Pengangguran Anak Muda Jadi Sorotan

Ilustrasi (migrant care).

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

triggernetmedia.com – Investasi yang terus berkembang di Indonesia dinilai belum diikuti peningkatan penyerapan tenaga kerja secara optimal. Center of Economic and Law Studies (CELIOS) menilai dominasi investasi padat modal menjadi salah satu persoalan yang membuat pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya menghasilkan lapangan kerja berkualitas bagi masyarakat.

Kritik tersebut disampaikan dalam laporan bertajuk Rapor 2 Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran. Dalam laporan itu, CELIOS menyoroti tingginya pengangguran di kalangan generasi muda serta terbatasnya akses terhadap pekerjaan dengan upah yang layak.

Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, CELIOS menyebut kelompok usia 15–24 tahun menyumbang 51,5 persen dari total pengangguran di Indonesia.

“Data ini menempatkan Indonesia sebagai negara dengan jumlah pengangguran usia muda tertinggi di Asia Tenggara,” tulis CELIOS dalam laporannya, dikutip Senin (12/10/2026).

Tantangan tersebut tidak hanya dialami pencari kerja yang belum mendapatkan pekerjaan. CELIOS juga menyoroti kondisi pekerja yang telah bekerja, tetapi masih menerima upah di bawah standar minimum.

Dalam studi yang sama, CELIOS menyebut sebanyak 109 juta orang di Indonesia bekerja dengan upah di bawah upah minimum. Sementara itu, rata-rata generasi Z disebut membutuhkan waktu hingga 12 bulan untuk menunggu panggilan kerja.

CELIOS berpandangan bahwa persoalan ini tidak cukup dijelaskan melalui ketidaksesuaian keterampilan tenaga kerja dengan kebutuhan industri. Menurut lembaga tersebut, masalah ketenagakerjaan juga berkaitan dengan struktur perekonomian dan arah kebijakan investasi.

“Ini bukan hanya persoalan skill mismatch di bangku pendidikan, tapi masalah struktural,” tulis CELIOS.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah hilirisasi industri dan pembangunan proyek investasi berskala besar. CELIOS menilai kedua sektor tersebut masih berorientasi pada pengolahan bahan mentah dan kegiatan usaha padat modal yang relatif terbatas dalam menyerap pekerja.

Akibatnya, besarnya investasi belum tentu sebanding dengan jumlah pekerjaan baru yang tercipta. Kondisi ini memunculkan tantangan bagi pemerintah untuk memastikan bahwa aktivitas investasi turut memberikan manfaat langsung bagi tenaga kerja lokal.

Di luar sektor industri besar, kondisi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga menjadi perhatian. Sektor yang selama ini berperan dalam menyerap tenaga kerja tersebut menghadapi perlambatan pertumbuhan kredit.

Pertumbuhan kredit UMKM tercatat sebesar 2,38 persen, sedangkan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) meningkat menjadi 4,62 persen. Perkembangan ini menjadi salah satu indikator tekanan yang dihadapi pelaku usaha dalam menjalankan kegiatan bisnisnya.

Ketidakpuasan terhadap kebijakan ketenagakerjaan turut terlihat dalam survei CELIOS. Sebanyak 62 persen responden dari kelompok masyarakat umum menilai kinerja pemerintah dalam mengatasi pengangguran dan menyediakan lapangan kerja berada dalam kategori buruk hingga sangat buruk.

Menanggapi berbagai persoalan tersebut, CELIOS meminta pemerintah memperkuat industri manufaktur padat karya agar mampu membuka lebih banyak kesempatan kerja. Selain itu, pembenahan sistem perekrutan dinilai perlu dilakukan untuk menjamin kesempatan kerja yang lebih adil.

CELIOS menyoroti praktik nepotisme, penggunaan jalur orang dalam, dan diskriminasi berdasarkan usia sebagai sejumlah hambatan yang perlu diatasi.

“Nepotisme, jalur orang dalam hingga diskriminasi kerja berdasar usia adalah masalah utama yang harus diselesaikan. Kembalikan merit based system dalam rekrutmen tenaga kerja, dimulai dari instansi pemerintah pusat, daerah hingga BUMN,” tulis CELIOS.

Lembaga tersebut juga menekankan perlunya menghidupkan kembali industrialisasi yang berorientasi pada penyerapan tenaga kerja. Menurut CELIOS, kebijakan investasi tidak seharusnya hanya berfokus pada besarnya modal, tetapi juga perlu memperhitungkan kontribusinya terhadap penciptaan lapangan kerja.

“Sumber lapangan kerja yang bersifat padat karya tidak boleh dianaktirikan, karena investasi padat modal makin berkorelasi dengan menurunnya jumlah serapan kerja,” tegas CELIOS.

About Author

TriggerNetMedia

See author's posts

Tags: # hilirisasi industri# pemerintahan prabowo-gibranceliosindustri padat karyainvestasi padat modalkredit umkmlapangan kerja Indonesialaporan CELIOS 2026meritokrasi tenaga kerjapenciptaan lapangan kerjapengangguran anak mudapengangguran Gen ZTenaga kerja Indonesiaupah di bawah UMR
Previous Post

Status Bencana Nasional Belum Dipastikan

TriggerNetMedia

TriggerNetMedia

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
AKI dan AKB Masih Tinggi, Indonesia Terpaut Jauh dari Target SDGs

AKI dan AKB Masih Tinggi, Indonesia Terpaut Jauh dari Target SDGs

16 Juli 2025
Jabat Dewan Syuro, Anggota Komisi Fatwa MUI Berperan Beri Masukan dan Nasihat ke JI

Jabat Dewan Syuro, Anggota Komisi Fatwa MUI Berperan Beri Masukan dan Nasihat ke JI

17 November 2021
Kronologi Polemik Ijazah Jokowi: Dari Gugatan Hukum hingga Drama Politik

Kronologi Polemik Ijazah Jokowi: Dari Gugatan Hukum hingga Drama Politik

18 Juli 2025
Honda Civic Genio, Mobil Legendaris dengan Kelebihan dan Kekurangan

Honda Civic Genio, Mobil Legendaris dengan Kelebihan dan Kekurangan

3 April 2024
Bandara Rahadi Oesman Ketapang Hentikan Sementara Layanan Penerbangan Komersial

Bandara Rahadi Oesman Ketapang Hentikan Sementara Layanan Penerbangan Komersial

0
2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

0
14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

0
Prabowo Resmikan Kantor DPD Gerindra di Banten

Prabowo Resmikan Kantor DPD Gerindra di Banten

0
CELIOS Kritik Arah Investasi Indonesia, Pengangguran Anak Muda Jadi Sorotan

CELIOS Kritik Arah Investasi Indonesia, Pengangguran Anak Muda Jadi Sorotan

13 Oktober 2026
Status Bencana Nasional Belum Dipastikan

Status Bencana Nasional Belum Dipastikan

13 Oktober 2026
Pemerintah Bahas Karhutla yang Picu Protes Negara Tetangga, Asap Kalimantan Melintasi Batas

Pemerintah Bahas Karhutla yang Picu Protes Negara Tetangga, Asap Kalimantan Melintasi Batas

13 Oktober 2026
Karhutla Sudah Berlangsung Tiga Bulan, Pemerintah Belum Tetapkan Status Bencana Nasional

Karhutla Sudah Berlangsung Tiga Bulan, Pemerintah Belum Tetapkan Status Bencana Nasional

13 Oktober 2026

Recent News

CELIOS Kritik Arah Investasi Indonesia, Pengangguran Anak Muda Jadi Sorotan

CELIOS Kritik Arah Investasi Indonesia, Pengangguran Anak Muda Jadi Sorotan

13 Oktober 2026
Status Bencana Nasional Belum Dipastikan

Status Bencana Nasional Belum Dipastikan

13 Oktober 2026
Pemerintah Bahas Karhutla yang Picu Protes Negara Tetangga, Asap Kalimantan Melintasi Batas

Pemerintah Bahas Karhutla yang Picu Protes Negara Tetangga, Asap Kalimantan Melintasi Batas

13 Oktober 2026
Karhutla Sudah Berlangsung Tiga Bulan, Pemerintah Belum Tetapkan Status Bencana Nasional

Karhutla Sudah Berlangsung Tiga Bulan, Pemerintah Belum Tetapkan Status Bencana Nasional

13 Oktober 2026
  • Kode Etik
  • Kode Prilaku Perusahaan Pers
  • Tentang Kami
  • Redaksi

© 2026 triggernetmedia development

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan

© 2026 triggernetmedia development