triggernetmedia.com – Kelurahan Tanjung Hulu memastikan diri sebagai juara Bahasan Cup II setelah melewati pertandingan final penuh drama menghadapi Kelurahan Saigon di Timur Arena, Pontianak Timur, Sabtu (3/10/2026) malam.
Kedua tim tampil agresif sejak awal pertandingan. Jual beli serangan terjadi sepanjang laga hingga waktu normal berakhir dengan skor imbang 1-1. Penentuan juara akhirnya harus dilakukan melalui adu penalti.
Dalam drama dari titik putih tersebut, Tanjung Hulu tampil lebih tenang dan berhasil mengakhiri pertandingan dengan kemenangan 5-4 atas Saigon.
Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan mengapresiasi semangat seluruh peserta yang telah ambil bagian dalam Bahasan Cup II. Menurutnya, turnamen tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah mempererat silaturahmi sekaligus pembinaan olahraga di Kota Pontianak.
Ia menilai antusiasme masyarakat terhadap turnamen cukup tinggi. Hal itu terlihat dari keterlibatan para pemain, pelatih, ofisial, panitia, hingga masyarakat yang hadir menyaksikan pertandingan.
“Kepada juara dari tim Kelurahan Tanjung Hulu, semoga prestasinya tetap dipertahankan. Terus semangat berlatih, mengevaluasi diri, dan meningkatkan prestasi,” ujar Bahasan.
Menurut Bahasan, suasana kebersamaan yang terbangun selama turnamen menjadi salah satu hal yang perlu dipertahankan. Karena itu, Bahasan Cup dipastikan kembali digelar tahun depan.
“Turnamen ini kita agendakan setiap tahun. Insya Allah tahun depan ada Bahasan Cup III. Mudah-mudahan lebih baik, lebih meriah, lebih disiplin dan profesional, tetapi tetap dalam suasana kekeluargaan,” ujarnya.
Bahasan menambahkan, turnamen seperti ini dapat menjadi ruang bagi para pemain untuk mengasah kemampuan sekaligus membangun mental bertanding. Kompetisi yang berkelanjutan juga diharapkan mampu mendorong lahirnya lebih banyak bibit berprestasi di bidang olahraga.
Pada penyelenggaraan berikutnya, jumlah peserta bahkan berpeluang bertambah. Jika Bahasan Cup II diikuti 34 tim, jumlah tersebut diproyeksikan meningkat menjadi 36 hingga 38 tim.
Minat terhadap turnamen tersebut, lanjut Bahasan, juga mulai datang dari sejumlah lembaga dan mitra pemerintah di Kota Pontianak.
“Sudah ada yang menghubungi saya, menawarkan diri untuk ikut turnamen. Artinya antusiasmenya cukup besar,” katanya.
Dengan bertambahnya peserta, Bahasan berharap kompetisi semakin terbuka dan kompetitif. Di sisi lain, turnamen tetap diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antarkomunitas, lembaga, dan masyarakat.
“Semoga turnamen ini terus berkembang, melahirkan prestasi, dan yang paling penting memperkuat kebersamaan serta silaturahmi masyarakat,” pungkasnya.
Pada Bahasan Cup II, posisi juara ketiga ditempati Kelurahan Siantan Hulu, sedangkan Kelurahan Bansir Laut berada di peringkat keempat.
Penghargaan individu juga diberikan kepada sejumlah pemain. Asep dari Kelurahan Saigon dinobatkan sebagai pemain terbaik sekaligus top skor setelah mencetak enam gol sepanjang kompetisi. Sementara penghargaan kiper terbaik diraih Ali dari Kelurahan Tanjung Hulu.
Selain pertandingan utama, Bahasan Cup II juga diramaikan laga eksibisi sepak bola perempuan. Dalam pertandingan tersebut, Bahasan FC keluar sebagai pemenang setelah mengalahkan Berang-berang FC.










