Trigger Netmedia
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan
No Result
View All Result
Trigger Netmedia
No Result
View All Result
Home Nasional

Karhutla Ancam Dua Pusat Rehabilitasi Orang Utan di Berau

Ancaman Karhutla terhadap Keselamatan dan Habitat Orang Utan

TriggerNetMedia by TriggerNetMedia
5 September 2026
in Headline, lingkungan, Nasional, News, Sorotan
0
Karhutla Ancam Dua Pusat Rehabilitasi Orang Utan di Berau

Ilustrasi Foto udara kebakaran hutan dan lahan (karhutla). [ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/tom]

0
SHARES
9
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

triggernetmedia.com – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mendekati dua situs rehabilitasi orang utan yang dikelola Centre for Orangutan Protection (COP) di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Sebanyak 18 individu orang utan yang berada dalam perawatan COP kini ditempatkan dalam kondisi siaga. Pengelola meningkatkan kewaspadaan menyusul titik api yang semakin mendekati kawasan konservasi ex-situ tersebut.

Manajer Komunikasi COP, Wahyuni, mengatakan salah satu lokasi berada di Kampung Tasuk yang menjadi tempat perawatan 17 individu orang utan. Beberapa hari sebelumnya, kebakaran sempat terjadi di kawasan gambut dan rawa yang berada di sekitar situs tersebut.

Api berhasil dikendalikan dengan cepat melalui penanganan tim gabungan. Kondisi geografis Tasuk yang masih dapat dijangkau armada pemadam kebakaran kota maupun bantuan pihak swasta turut mempermudah proses penanganan.

“Dua-duanya mengalami ancaman. Kalau di Kampung Tasuk itu di sekitar lokasi ada gambut dan rawa,” kata Wahyuni, Jumat (4/9/2026).

Sementara itu, ancaman lebih serius terjadi di situs kedua yang berada di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Labanan. Lokasi tersebut berjarak sekitar 1,5 jam perjalanan dari Tasuk dan menjadi tempat perawatan satu individu orang utan unrelease bernama Ambon.

Akses Sulit, Evakuasi Disiapkan

Wahyuni mengatakan kondisi geografis Labanan menjadi tantangan tersendiri apabila kebakaran semakin mendekati lokasi Ambon. Armada tangki air sulit mencapai kawasan tersebut sehingga pemadaman harus mengandalkan peralatan yang sesuai dengan medan.

“Sementara kalau yang di Labanan, di Hutan Labanan itu agak sulit karena aksesnya memang juga susah. Jadi ke lokasi itu enggak bisa bawa tangki air. Jadi harus pakai jet shooter,” ujarnya.

Jarak kebakaran dengan lokasi Ambon juga mulai mengkhawatirkan. Abu sisa kebakaran bahkan sempat masuk hingga ke area kandang.

Meski demikian, kondisi fisik dan psikologis seluruh orang utan di kedua situs dilaporkan masih stabil. Lingkungan Hutan Labanan yang relatif alami dinilai mampu menyaring asap sehingga paparan terhadap Ambon masih terbatas.

Abu memang sempat mencapai kandangnya, tetapi jumlahnya tidak banyak karena telah tersaring oleh kondisi lingkungan sekitar. Ambon pun masih dapat menjalankan aktivitas dan latihan hariannya tanpa menunjukkan tanda-tanda stres.

Mengantisipasi kemungkinan terburuk, COP telah menyiapkan skema mitigasi dan evakuasi. Sejumlah kolam penampungan air disiapkan di sekitar lokasi, sementara sarana transportasi khusus, tim medis, serta dokter hewan juga disiagakan.

Jika api semakin mendekati kawasan Labanan, Ambon akan dievakuasi ke situs Tasuk yang dinilai lebih mudah dijangkau.

Ancaman Berlanjut Pascakarhutla

Wahyuni mengingatkan dampak karhutla tidak berhenti setelah api berhasil dipadamkan. Kerusakan habitat dapat memicu persoalan baru berupa berkurangnya sumber pakan bagi satwa.

Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan persaingan antarsatwa hingga mendorong orang utan memasuki kawasan permukiman warga untuk mencari makanan.

COP bahkan mencatat baru beberapa hari lalu pihaknya melakukan translokasi satu individu orang utan dari kawasan perkebunan kelapa sawit. Satwa tersebut diduga terdorong keluar dari habitat alaminya akibat kerusakan lingkungan.

Menurut Wahyuni, berkurangnya pakan dapat menyebabkan persaingan di antara orang utan maupun satwa lainnya. Jika konflik meningkat, satwa berpotensi mendekati permukiman sehingga membutuhkan penanganan dan evakuasi.

Karena itu, COP menilai penanganan karhutla perlu memperhitungkan dampak jangka panjang terhadap habitat dan ketersediaan pakan satwa, bukan hanya berfokus pada pemadaman api.

About Author

TriggerNetMedia

See author's posts

Tags: Ancaman kebakaran hutanCentre for Orangutan Protection (COP)Evakuasi satwaHDTK LabananKampung TasukKarhutla Berauorang utanPerlindungan habitat satwaRehabilitasi orang utan
Previous Post

Kejagung Temukan Ratusan Ribu Dolar dalam Kendaraan Eks Kepala BGN

Next Post

ICW Ungkap Korupsi Tata Kelola Hutan di Balik Karhutla Berulang

TriggerNetMedia

TriggerNetMedia

Next Post
ICW Ungkap Korupsi Tata Kelola Hutan di Balik Karhutla Berulang

ICW Ungkap Korupsi Tata Kelola Hutan di Balik Karhutla Berulang

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
AKI dan AKB Masih Tinggi, Indonesia Terpaut Jauh dari Target SDGs

AKI dan AKB Masih Tinggi, Indonesia Terpaut Jauh dari Target SDGs

16 Juli 2025
Jabat Dewan Syuro, Anggota Komisi Fatwa MUI Berperan Beri Masukan dan Nasihat ke JI

Jabat Dewan Syuro, Anggota Komisi Fatwa MUI Berperan Beri Masukan dan Nasihat ke JI

17 November 2021
Kronologi Polemik Ijazah Jokowi: Dari Gugatan Hukum hingga Drama Politik

Kronologi Polemik Ijazah Jokowi: Dari Gugatan Hukum hingga Drama Politik

18 Juli 2025
Honda Civic Genio, Mobil Legendaris dengan Kelebihan dan Kekurangan

Honda Civic Genio, Mobil Legendaris dengan Kelebihan dan Kekurangan

3 April 2024
Bandara Rahadi Oesman Ketapang Hentikan Sementara Layanan Penerbangan Komersial

Bandara Rahadi Oesman Ketapang Hentikan Sementara Layanan Penerbangan Komersial

0
2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

0
14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

0
Prabowo Resmikan Kantor DPD Gerindra di Banten

Prabowo Resmikan Kantor DPD Gerindra di Banten

0
Penggunaan QRIS Meluas, Merchant di Pontianak Tumbuh 12,89 Persen

Penggunaan QRIS Meluas, Merchant di Pontianak Tumbuh 12,89 Persen

20 Oktober 2026
Greenpeace Kritik Pemerintah Prabowo soal Kebakaran Hutan, Bentangkan Spanduk di Bundaran HI

Greenpeace Kritik Pemerintah Prabowo soal Kebakaran Hutan, Bentangkan Spanduk di Bundaran HI

20 Oktober 2026
Pemerintah Perluas Akses Hunian Layak Lewat Program 3 Juta Rumah dan BSPS

Pemerintah Perluas Akses Hunian Layak Lewat Program 3 Juta Rumah dan BSPS

20 Oktober 2026
Pemerintah Klaim Kuasai Kembali 6,22 Juta Hektare Kawasan Hutan

Pemerintah Klaim Kuasai Kembali 6,22 Juta Hektare Kawasan Hutan

20 Oktober 2026

Recent News

Penggunaan QRIS Meluas, Merchant di Pontianak Tumbuh 12,89 Persen

Penggunaan QRIS Meluas, Merchant di Pontianak Tumbuh 12,89 Persen

20 Oktober 2026
Greenpeace Kritik Pemerintah Prabowo soal Kebakaran Hutan, Bentangkan Spanduk di Bundaran HI

Greenpeace Kritik Pemerintah Prabowo soal Kebakaran Hutan, Bentangkan Spanduk di Bundaran HI

20 Oktober 2026
Pemerintah Perluas Akses Hunian Layak Lewat Program 3 Juta Rumah dan BSPS

Pemerintah Perluas Akses Hunian Layak Lewat Program 3 Juta Rumah dan BSPS

20 Oktober 2026
Pemerintah Klaim Kuasai Kembali 6,22 Juta Hektare Kawasan Hutan

Pemerintah Klaim Kuasai Kembali 6,22 Juta Hektare Kawasan Hutan

20 Oktober 2026
  • Kode Etik
  • Kode Prilaku Perusahaan Pers
  • Tentang Kami
  • Redaksi

© 2026 triggernetmedia development

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan

© 2026 triggernetmedia development