triggernetmedia.com – Kepercayaan investor global terhadap prospek perekonomian Indonesia dinilai tetap terjaga. Hal itu tercermin dari aliran modal asing yang masuk ke pasar keuangan domestik hingga mencapai Rp140,6 triliun per 28 Agustus 2026.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan derasnya capital inflow tersebut menjadi salah satu indikator positif di tengah dinamika perekonomian dan geopolitik global.
“Sentimen positif di pasar keuangan domestik juga terus berlanjut tercermin dari apresiasi nilai tukar rupiah, penguatan IHSG, dan perkembangan yield SBN yang kondusif. Hal tersebut diperkuat oleh aliran modal masuk yang sampai dengan 28 Agustus 2026 mencapai Rp140,6 triliun,” kata Purbaya dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI dengan Pemerintah yang disiarkan secara virtual, dikutip Rabu (2/9/2026).
Menurutnya, kondisi pasar keuangan tersebut menunjukkan masih kuatnya kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia. Stabilitas itu juga tercermin dari kemampuan Indonesia mempertahankan peringkat kredit di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Purbaya memaparkan, lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor’s (S&P) mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB dengan prospek (outlook) stabil.
Sementara itu, lembaga pemeringkat asal China, Lianhe Credit Rating, memberikan peringkat AAA dengan prospek stabil kepada Indonesia.
Menkeu menilai masuknya modal asing dan terjaganya peringkat kredit menjadi modal penting bagi pemerintah dalam menjaga stabilitas pasar keuangan. Kondisi tersebut turut mendukung stabilitas nilai tukar rupiah serta menjaga imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) tetap kompetitif.
Untuk 2027, pemerintah memproyeksikan yield SBN tenor 10 tahun berada di kisaran 6,9 persen. Menurut Purbaya, kondisi pasar yang stabil akan menjadi salah satu faktor pendukung dalam menjaga pembiayaan pembangunan dan ketahanan ekonomi nasional.
Ia optimistis aliran investasi asing yang terus masuk tidak hanya memperkuat ketahanan ekonomi domestik terhadap tekanan eksternal, tetapi juga dapat mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi.
Pemerintah sendiri membidik pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.
“Solidnya kinerja perekonomian domestik tersebut berimplikasi pada terjaganya kepercayaan dunia,” jelas Purbaya.
Menurutnya, kombinasi antara fundamental ekonomi yang solid, stabilitas pasar keuangan, masuknya modal asing dan terjaganya peringkat kredit menjadi faktor penting untuk menjaga optimisme terhadap prospek ekonomi Indonesia ke depan.










