triggernetmedia.com – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai dirasakan dampaknya oleh masyarakat Kota Pontianak. Keluhan seperti batuk, pilek, tenggorokan gatal hingga iritasi saluran pernapasan muncul pada sebagian warga yang terpapar asap.
Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat memilih mengonsumsi obat secara mandiri. Namun, apoteker RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak, Abdurrachman, mengingatkan agar obat batuk dan pilek tidak dikonsumsi secara sembarangan.
Menurutnya, pemilihan obat perlu disesuaikan dengan gejala yang dialami serta aturan penggunaan yang tercantum pada kemasan. Batuk, misalnya, memiliki karakteristik berbeda sehingga penanganannya juga tidak selalu sama.
“Untuk batuk kering dapat menggunakan obat antitusif yang bekerja menekan refleks batuk. Sementara batuk berdahak lebih sesuai dengan ekspektoran untuk membantu mengeluarkan dahak atau mukolitik yang membantu mengencerkan dahak,” jelasnya saat memberikan edukasi di RSUD SSMA Kota Pontianak, Rabu (2/9/2026).
Ia menambahkan, keluhan hidung tersumbat dapat ditangani dengan dekongestan sesuai dosis dan tidak digunakan secara berlebihan. Sedangkan bersin atau hidung berair yang dipicu alergi maupun iritasi asap dapat menggunakan antihistamin sesuai kebutuhan.
Abdurrachman juga mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mengandalkan antibiotik ketika mengalami batuk dan pilek. Sebab, tidak semua keluhan tersebut disebabkan oleh infeksi bakteri.
“Antibiotik bukan solusi untuk semua batuk dan pilek. Penggunaan yang tidak tepat justru dapat menimbulkan efek samping dan meningkatkan risiko resistensi antibiotik,” ujarnya.
Selain asap, cuaca panas, udara kering dan paparan debu juga dapat meningkatkan risiko gangguan saluran pernapasan akut (ISPA). Karena itu, masyarakat diminta tidak mengabaikan keluhan yang muncul, terutama apabila gejala semakin berat atau tidak kunjung membaik.
Untuk menjaga kondisi tubuh, masyarakat dianjurkan mencukupi kebutuhan cairan, mengonsumsi makanan bergizi, beristirahat cukup serta menerapkan pola hidup sehat. Kebutuhan vitamin dan mineral, termasuk vitamin C, D, E dan zinc, dapat dipenuhi dari makanan bergizi maupun suplemen sesuai kebutuhan dan anjuran tenaga kesehatan.
Di tengah kondisi kualitas udara yang menurun, masyarakat juga disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan. Jika harus beraktivitas di luar, penggunaan masker dengan tingkat filtrasi tinggi seperti N95 atau KN95 dapat membantu mengurangi paparan partikel asap.
“Kalau kualitas udara sedang buruk, sebaiknya kurangi aktivitas di luar ruangan. Di dalam rumah juga bisa menggunakan air purifier jika diperlukan untuk membantu menjaga kualitas udara,” katanya.
Ia berharap masyarakat lebih bijak menghadapi keluhan kesehatan akibat paparan asap. Selain melindungi diri dari polusi, penggunaan obat yang tepat juga penting agar penanganan tidak justru menimbulkan masalah kesehatan baru.










