triggernetmedia.com – Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas jaringan di balik dugaan penambangan dan penyelundupan emas ilegal. Menurutnya, penanganan perkara tidak boleh berhenti pada pelaku yang terlibat langsung di lapangan.
Sahroni menilai dugaan produksi emas hingga puluhan kilogram per hari menunjukkan aktivitas tersebut kemungkinan melibatkan jaringan yang lebih besar. Karena itu, ia mendorong aparat menelusuri seluruh pihak yang diduga terlibat, termasuk warga negara Indonesia maupun pihak yang memberikan perlindungan terhadap aktivitas ilegal tersebut.
“Produksinya sampai puluhan kilogram per hari, jadi tidak mungkin hanya dikerjakan satu atau dua orang. Semua pihak yang terlibat, termasuk jika ada WNI maupun oknum yang membekingi, harus diusut sampai tuntas,” kata Sahroni dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Ia menegaskan, aparat perlu membongkar rantai aktivitas ilegal tersebut secara menyeluruh, mulai dari proses penambangan, pengolahan, penampungan, hingga upaya penyelundupan emas ke luar negeri.
“Jangan berhenti di pelaku lapangan. Putus seluruh rantainya dari hulu sampai hilir. Siapa yang menambang, mengolah, menampung, membekingi, sampai yang hendak menyelundupkan, semuanya harus ditindak tegas,” ujarnya.
Sahroni juga mengapresiasi langkah Dittipidter Bareskrim Polri yang mengungkap dugaan jaringan penambangan emas ilegal yang hasil produksinya diduga akan diselundupkan ke Dubai. Ia menilai pengungkapan tersebut harus menjadi pintu masuk untuk membongkar jaringan yang lebih luas.
Sebelumnya, Dittipidter Bareskrim Polri menggerebek dua unit apartemen pada Minggu (16/8/2026). Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan dua warga negara India yang diduga terkait dengan jaringan penambangan emas ilegal.
Jaringan tersebut diduga telah beroperasi selama sekitar dua bulan dengan kemampuan produksi mencapai sekitar 30 kilogram emas per hari.
Besarnya kapasitas produksi itu menjadi perhatian Sahroni. Ia meminta penyidik tidak hanya mengejar pelaku yang telah diamankan, tetapi juga mengungkap pihak yang diduga menjadi pemodal, penampung, pembeking, hingga jaringan yang berperan dalam rencana penyelundupan.
Menurutnya, pengungkapan seluruh mata rantai tersebut penting untuk memastikan kekayaan alam Indonesia tidak terus dieksploitasi secara ilegal dan hasilnya dinikmati oleh pihak tertentu.
“Kekayaan alam Indonesia harus kembali sebesar-besarnya untuk kepentingan negara dan masyarakat,” tegas Sahroni.










