triggernetmedia.com – Tekanan inflasi nasional mulai meningkat pada Juli 2026. Kenaikan tarif angkutan udara dan harga sejumlah bahan pangan menjadi faktor utama yang mendorong inflasi, meski angkanya masih berada di bawah target pemerintah.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan inflasi tahunan (year on year/yoy) Indonesia mencapai 3,34 persen, lebih rendah dibanding target nasional sebesar 3,5 persen. Namun, secara bulanan (month to month/mtm), pemerintah mencermati adanya tren kenaikan yang perlu diwaspadai.
“Inflasi kita di angka 3,34 relatif terkendali di bawah target nasional, 3,5 persen maksimal. Kemudian kalau kita lihat dari month to month-nya memang ada tren naik,” kata Tito usai rapat koordinasi pengendalian inflasi di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (14/7/2026).
Menurut Tito, kelompok transportasi menjadi penyumbang terbesar kenaikan inflasi. Lonjakan tarif angkutan udara diduga dipengaruhi tingginya mobilitas masyarakat selama masa libur sekolah.
“Dengan penyumbang utamanya adalah sektor transportasi, terutama angkutan udara. Mungkin karena libur anak-anak kemarin, libur sekolah,” ujarnya.
Selain transportasi, tekanan inflasi juga berasal dari kelompok makanan dan minuman. Kenaikan harga bawang putih, minyak goreng, dan beras turut mendorong laju inflasi nasional.
“Ditambah dengan sektor makanan dan minuman, terutama bawang putih, kemudian minyak goreng, sama beras ada kenaikan sedikit,” kata Tito.
Pemerintah menyiapkan sejumlah langkah untuk menekan tekanan inflasi. Di sektor transportasi, koordinasi dilakukan untuk menurunkan biaya operasional, termasuk memanfaatkan penurunan harga BBM jenis bensin yang mulai berlaku pada Juli 2026.
Menurut Tito, kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu menekan biaya transportasi, khususnya angkutan udara, sehingga berdampak pada perlambatan inflasi pada periode berikutnya.
“Sekarang lagi dikoordinasikan langkah-langkah untuk menangani masalah angkutan udara. BBM jenis bensin di Juli ini diturunkan harganya. Ini mudah-mudahan akan berpengaruh juga untuk menurunkan inflasi,” ujarnya.
Di sektor pangan, pemerintah akan memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga. Penanganan harga bawang putih dan minyak goreng akan melibatkan Kementerian Perdagangan, sedangkan stabilisasi harga beras dilakukan bersama Kementerian Pertanian, Perum Bulog, dan Badan Pangan Nasional.
Pemerintah berharap langkah tersebut mampu menjaga pasokan serta menstabilkan harga pangan sehingga tekanan inflasi dapat kembali terkendali dalam beberapa bulan ke depan.










